IDI Meminta Pemerintah Menurunkan Harga Obat, di Luar Negeri Lebih Murah

- Senin, 16 Agustus 2021 | 15:15 WIB
Ilustrasi obat-obatan. Covid-19 dijadikan momen cari untung oleh sejumlah pihak dengan menaikkan harga obat-obatan hingga puluhan kali lipat. /Pixabay
Ilustrasi obat-obatan. Covid-19 dijadikan momen cari untung oleh sejumlah pihak dengan menaikkan harga obat-obatan hingga puluhan kali lipat. /Pixabay

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Dalam masa pendemi Covid-19 saat ini masih terus terjadi tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sangat diperlukan bagi masyarakat.

Mengingat dengan tes PCR akan bisa mengetahui apakah seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak.

Tes PCR akhir-akhir ini dikeluhkan masyarakat kelas bawah akibat harganya terlalu mahal, sehingga sebagain masyarakat enggan melakukan tes PCR.

Baca Juga: Densus 88 Polri Kembangkan 37 Terduga Teroris, 10 Diketahui dari Jawa Tengah

Selain harga yang mahal, hasil tes PCR pun sering dikeluhkan masyarakat karena lamanya untuk mengetahui hasil tes tersebut.

Menanggapai hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta penurunan harga Polymerase Chain Reaction (PCR) di kisaran Rp 450.000 sampai Rp550.000.

Selain itu, Puan juga meminta agar hasil tes juga bisa dipercepat menjadi 1x24 jam.

Baca Juga: Seleksi Imam Masjid di UEA Dilakukan Secara Virtual 25-27 Agustus 2021, Kemenag Jelaskan Syaratnya

Sebab kata Puan Maharani kalau hasil PCR masih lama, yang ada masyarakat masih memiliki kesempatan untuk beraktivitas, sementara bisa saja mereka dalam keadaan positif Covid-19.

"Kami juga meminta sekarang sedang didorong supaya hasil PCR itu bisa 1x24 jam," katanya kepada Pikiran-Rakyat.com saat ditemui usai menyampaikan pidato Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022, di Gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 16 Agustus 2021.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X