Jubir Menko Marves Ungkap Data Angka Kematian Covid-19 yang Ditumpuk-tumpuk

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 08:27 WIB
Ilustrasi kematian akibat Covid-19. /Pixabay/soumen82hazra
Ilustrasi kematian akibat Covid-19. /Pixabay/soumen82hazra

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia hingga saat ini belum ada kepastian berapa jumlah pastinya.

Hal ini menyusul tidak dipakainya data kematian dalam sementara waktu, bukan dihapus dari data input.

Pada saat ini pemerintah sedang melakukan perbaikan sistem data kematian oleh tim khusus.

Diharapkan dalam waktu dekat, akan kembali digunakan untuk mengetahui data kematian Covid-19 di Indonesia yang sempurna.

Baca Juga: Pemerintah Hapus Data Kematian Covid-19, Koalisi LaporCovid-19 : Keputusan Ngaco

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jodi Mahardi menjelaskan perihal tak dimasukkannya angka kematian Covid-19 dalam asesmen level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Jodi Mahardi meluruskan angka kematian Covid-19 bukan dihapus, tapi tidak dipakai sementara waktu.

“Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian,” kata dia dalam keterangannya, Rabu, 11 Agustus 2021.

Dikutip SuaraMerdeka-wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Jubir Luhut Pandjaitan Luruskan Angka Kematian Covid-19 Bukan Dihapus: Hanya Tidak Dipakai Sementara''.

Pemerintah, kata Jodi, menemukan bahwa banyak angka kematian yang ditumpuk-tumpuk, atau dicicil pelaporannya, sehingga dilaporkan terlambat.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X