Juru Bicara Satgas Covid Ungkap Soal Mati Divaksin, Juga Masalah Munculnya Varian Baru

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 13:18 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. /Pixabay/Spencerbdavis1
Ilustrasi vaksin Covid-19. /Pixabay/Spencerbdavis1

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Sejumlah masyarakat di Indonesia kini dibingungkan dengan adanya kabar setelah seseorang divaksin akan meninggal dunia dalam jangka waktu dua tahun.

Kabar yang diperkirakan tidak benar ini, membuat sebagian masyarakat takut divaksin dan akhirnya tidak melakukan vaksinasi yang digencarkan oleh pemerintah.

Pemerintah Indonesia sendiri menyakini kalau vaksin merupakan salah satu cara untuk penanganan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Jaksa Pinangki Sedih Ditahan di Lapas Wanita, Apalagi Dicampur Dengan Warga Binaan Lain

Bahakn dengan gencarnta pemerintah melakukan vaksinasi massal di semua daerah di Indonesia bisa menekan angka penyabarn virus Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito buka suara terkait isu yang menyebut vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kematian.

Hal ini sekaligus membantah pernyataan dari seseorang yang mengaku ahli virologi dari Prancis, Luc Montaigner yang mengatakan masyarkat yang telah divaksin Covid-19 akan meninggal dunia dalam waktu 2 tahun.

Baca Juga: Menkes Sebut Pendemi Tak Mungkin Cepat Selesai, Tujuan Utama Cegah Laju Penularan Covid-19

"Soal pernyataan Luc Montagnier yang menyatakan orang yang divaksinasi akan mati dalam dua tahun adalah tidak benar. Kutipan itu keliru dikaitkan dalam meme berita palsu yang telah beredar," ungkap Wiku Adisasmito saat konfrensi pers secara daring, Selasa, 3 Agustus 2021.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Profesor Wiku Jelaskan Isu Vaksin Covid-19 Sebabkan Kematian, Beberkan Data dari WHO''.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

Tahan Ivan Dwi Kusuma, KPK Jelaskan Kronologi Perkara

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:34 WIB

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X