Ketika Ditanya Haram Atau Halal Uang yang Didapat Pengacara dari Klien Koruptor, Begini Jawaban Mahfud MD

- Jumat, 11 November 2022 | 19:08 WIB
Menkopolhukam, Mahfud MD. /YouTube/Kemenko Polhukam/
Menkopolhukam, Mahfud MD. /YouTube/Kemenko Polhukam/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Menkopolhukam, Mahfud MD, akhir-akhir ini memberikan pernyataan terhadap kasus yang menyita perhatian publik, kini mendapat pertanyaan unik dari netizen.

Netizen pun bertanya, terkait kehalalan uang yang dihasilkan oleh para pengacara ketika membela kliennya itu seorang koruptor.

''Mau tanya pak Mahfud, kira-kira uang bayaran untuk para pengacara pembela koruptor dan penjahat itu halal apa haram ya?,'' tanya akun @19Abdul28 kepada Mahfud MD melalui twitter pada Kamis, 10 November 2022.

Baca Juga: Terkait UMP Jateng Ganjar Pranowo Gelar Diskusi, Perwakilan Buruh Senang Merasa Diuwongke

''Kan uda jelas salah tapi masih di bela,'' lanjut netizen tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mahfud MD pun menjawab dengan memberikan dasar dalil halal-haram sebuah harta benda.

Mahfud MD mengatakan, harta yang diperoleh dengan cara yang haram maka hasilnya haram.

Baca Juga: Bunga Citra Lestari Membantah Kabar Dirinya Hamil, Katanya: Biasa, Perut Ibu Ibu Suka Makan!

Selain itu, tambahnya lagi, harta yang diperoleh dengan tujuan haram, maka haram juga hukumnya untuk memakan harta tersebut.

''Haral, halam (Halal-Haram) dalilnya ini: sesuatu yang diperoleh secara haram dan atau dengan tujuan haram maka haram hukumnya untuk dimakan,'' jelas Mahfud MD melalui twitter pribadinya.

Mahfud MD lalu mengingatkan, bahaya atau dampak dari memakan makanan dari harta yang haram.

Baca Juga: Belum Habis Polisi Selingkuh di Purworejo, Kini Muncul Kasus Sama Diduga Dilakukan Bripka AS

Ia mengatakan, makanan dari harta haram dapat menghancurkan kehidupan, baik dirinya maupun keluarga yang turut mengkomsumsi harta tersebut.

''Kalau itu dimakan, akan menjadi racun yang merusak hidup keluarga dan anak cucu,'' tuturnya.

Sontak saja, cuitan Menkopolhukam itu mendapat beragam tanggapan dari netizen.

Baca Juga: Bisa Nostalgia Nih, Band Slow Rock Air Supply Bakal Manggung di Kota Semarang

''Tidak ada namanya koruptor/penjahat, sebelum dibuktikan di pengadilan. Pengacara hanya membela hak-hak klien sesuai hukum positif. Bila haram, siapa yang akan membela hak mereka di pengadilan?," ujar akun @*******LA.

''Bro nanya ke ustad bukan ke Mentri, walau pak Mentrinya pernah jadi ustad, yang masalah bukan pengacaranya tapi hakim sama jaksanya dan PNS yang korup, kalau pengacara ,hanya Tuhanlah yang tau,'' kata akun @*******19.

''Pak @mohmahfudmd mungkin salah, (mungkin) benar. Tergantung fee dibayarkan sebelum atau sesudah vonis. Kalau sebelum, itu kan asas praduga tak bersalah, belum tentu salah. Kalau sesudah vonis , nah itu fixed haram, tapi kalau banding, yah yang haram itu jadi halal kembali,'' ucap akun @*******in.***

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X