Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Periksa Dokumen PT AFI Farma Terkait Pembelian Bahan Baku Obat Sirup

- Senin, 7 November 2022 | 21:51 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Nurul Azizah. /Dok Istimewa/
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Nurul Azizah. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Dittipidter Bareskrim Polri menyidik perusahaan farmasi PT Afi Farma, terkait obat sirup yang diprediksi penyebab gagal ginjal akut pada anak.

Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol Nurul Azizah mengatakan, penyidik memeriksa dokumen pembelian bahan baku pembuatan obat yang diproduksi perusahaan tersebut.

''Tim gabungan Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap PT AF (Afi Farma) yaitu, dengan melakukan pengecekan terhadap dokumen-dokumen pembelian bahan baku,'' jelas Nurul di Mabes Polri, Senin, 7 November 2022.

Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Turun Drastis, Menko PMK: Pasien Meninggal Akan Dapat Santunan

Menurut Nurul, penyidik telah mengambil sampel bahan baku dari obat sirup yang diproduksi PT Afi Farma.

Selanjutnya, kata Nurul lagi, sampel itu dilakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungannya.

''Saat ini juga dilakukan pendalaman terhadap dokumen serta uji laboratorium bahan baku yang telah diambil sampel,'' imbuhnya.

Baca Juga: Plafon Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan Ambrol Kena Puting Beliung, Ruang Rapat Paripurna Porak Poranda

Seperti diketahui, sebelumnya Dittipidter Bareskrim Polri meningkatan status perkara gagal ginjal akut yang menjerat perusahaan farmasi PT Afi Farma dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

''Hasil gelar perkara penyidik Bareskrim dan BPOM sepakat meningkatkan dari penyelidikan ke penyidikan terhadap PT Afi Pharma,'' kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol, Pipit Rismanto, Selasa, 1 November 2022 lalu.

Pipit mengatakan, Dittipidter dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk obat sirup yang diproduksi PT Afi Pharma mengandung Etilen Glikol (EG) melampaui ambang batas.

Baca Juga: Meski Masih Ada yang Tergenang, Banjir di Kaliwungu Kabupaten Kendal Mulai Surut

Padahal, jelasnya, standarnya EG pada obat sirup hanya diperbolehkan 0,1 miligram.

''Diduga memproduksi sediaan farmasi jenis obat sirup merek paracetamol (obat generik) yang mengandung EG melebihi ambang batas yaitu 236,39 mg (yang harusnya 0,1 mg) setelah di uji laboratorium oleh BPOM,'' jelas Pipit.

Dia menegaskan, atas hal itu dinyatakan terdapat dugaan unsur pidana pada perkara ini.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB
X