Kasus Gagal Ginjal Akut Turun Drastis, Menko PMK: Pasien Meninggal Akan Dapat Santunan

- Senin, 7 November 2022 | 21:33 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy. /Dok Istimewa/
Menko PMK, Muhadjir Effendy. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Menko PMK (Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Muhadjir Effendy mengatakan, kasus gagal ginjal akut turun drastis, setelah peredaran obat sirup dhentikan.

''Sudah turun drastis, nol. Kalau masih ada yang muncul, itu kan tidak semua yang meminum obat sirup langsung mendadak kena. Ada yang mungkin sebulan baru terasa,'' jelas Muhadjir di Jakarta, Senin, 7 November 2022.

Menurut dia, penghentian peredaran obat sirup, memang sangat berpengaruh terhadap turunnya kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia.

Baca Juga: Tiga Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Boyolali, Tiga Orang Mengalami Luka

Ia mengatakan, kalau masih ada kasus gagal ginjal bisa dipastikan bukan kasus baru, tapi kasus lama yang baru terdata awal.

''Ketika Kemenkes menyatakan semua obat sirup dilarang, kemudian hari berikutnya kasusnya setelah itu nol. Insyaallah sampai sekarang juga nol,'' ungkapnya.

Muhadjir mengatakan, meski saat ini sudah ada daftar obat sirup yang aman dari cemaran zat penyebab gagal ginjal akut, mengimbau masyarakat tetap menyetop konsumsi obat sirup kepada anak yang sakit.

Baca Juga: Mau Liburan saat Nataru, Tiket Kereta Api Sudah Bisa Dipesan Mulai Sekarang

Hal ini, katanya lagi, lantaran dokter telah memiliki resep racikan pengganti obat sirup yang diprediksi menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak.

''Tetapi yang paling aman sekarang ini, nggak usah ambil risiko. Saran saya, sebaiknya hindari sajalah sementara obat sirop itu, karena dokter juga sudah bisa mengganti itu dengan resep racikan dan apotek-apotek juga saya lihat, sama sekali tidak ada keluhan.

Tidak ada hambatan, kalau seandainya menerima resep dokter yang berupa puyer itu untuk meracik, kemudian memprosesnya sesuai dengan prosedur farmasi yang bisa dipertanggungjawabkan,'' tuturnya.

Baca Juga: Jembatan Karanggantung Ambrol, Warga Tiga Dusun di Kabupaten Kendal Terancam Terisolir

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga mengatakan, pasien gagal ginjal akut yang meninggal akan diberikan santunan oleh pemerintah, namun nilainya masih belum ditentukan.

''Penanganan terbaru untuk yang terkena gagal ginjal itu yang meninggal akan diupayakan nanti mendapat santunan, tapi masih dalam proses ini.

Saya sedang berunding dengan Bu Mensos kemungkinan yang meninggal, karena bukan gagal ginjal secara umum.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB
X