Lima Pahlawan Nasional Baru, Bagaimana Peran Mereka? Ini Faktanya

- Jumat, 4 November 2022 | 13:28 WIB
Menkopolhukam, Mahfud MD. /YouTube/Kemenko Polhukam/
Menkopolhukam, Mahfud MD. /YouTube/Kemenko Polhukam/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com – Pemerintah baru saja mengumumkan lima tokoh nasional yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, setelah diseleksi oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Mahfud MD, dalam keterangannya  membeberkan nama-nama dan peran para tokoh-tokoh itu.

Mereka adalah DR Dr HR Soeharto (Jawa Tengah),  KGPAA Paku Alam VIII (DI Yogyakarta), Dr Raden Rubini Natawisastra (Kalimantan Barat).

Baca Juga: Jelang Hari Palawan. Pemerintah Anugerahkan Lima Gelar Pahlawan Nasional. Ini Nama-namanya

Lalu ada juga almarhum KH Ahmad Sanusi dari Jawa Barat, dan tokoh Maluku Utara, H Salahuddin bin Talibuddin.

DR Dr HR Soeharto adalah tokoh Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai mantan dokter pribadi Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Soeharto tidak saja telah berjuang bersama Presiden Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan RI serta berperan aktif mengisi masa kemerdekaan lewat pembangunan di Tanah Air.

Ia juga pendiri IDI atau Ikatan Dokter Indnesia yang sekarang masi berdiri menaungi para dokter di Indonesia.

Ia juga ikut serta dalam pembangunan Monumen Nasional atau Monas, dan  Masjid Istiqlal serta pembangunan Rumah Sakit Jakarta.

Toko lain, lanjut Mahfud, KGPAA Paku Alam VIII yang merupakan Raja Paku Alam pada tahun 1937—1989.

Paku Alam VIII bersama Sri Sultan Hamengkubowono IX dari Keraton Yogyakarta mengintegrasikan diri pada awal kemerdekaan RI sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi utuh hingga saat ini.

"Sehari sesudah (kemerdekaan) itu beliau menyatakan bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia, kemudian Yogyakarta menjadi ibu kota yang kedua dari Republik Indonesia ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1946," tutur Mahfud.

Gelar Pahlawan Nasional lain disematkan pada tokoh kalimantan Barat yaitu Dr Raden Rubini Natawisastra.

Menurut Mahfud, almarhum Dr Rubini telah menjalankan misi kemanusiaan sebagai dokter keliling pada saat kemerdekaan.

Bahkan, sampai kemudian almarhum bersama istrinya dijatuhi hukuman mati oleh Jepang karena perjuangannya yang gigih untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB
X