Siapa Dua Industri Farmasi yang Terancam Dipidanakan? Ini Penjelasan BPOM

- Senin, 24 Oktober 2022 | 22:58 WIB
Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito memberi keterangan pers virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 24 Oktober 2022 (SMBanyumas/ tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden )
Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito memberi keterangan pers virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 24 Oktober 2022 (SMBanyumas/ tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden )

BOGOR, suaramerdeka-wawasan.com - Terkait dua industri farmasi yang terancam diseret ke ranah hukum dengan ancaman pidana, BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan belum bersedia untuk mengumumkan perusahaan tersebut.

Namun BPOM menjelaskan, pemidanaan kedua industri farmasi itu terkait temuan kandungan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) terlampau tinggi dalam obat sirup yang mereka edarkan. 

"Saya tidak bisa menyebutkan sekarang karena masih dalam proses dan tentu nanti akan segera kami komunikasikan kepada masyarakat," Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 24 Oktober 2022.

Baca Juga: BPOM Sebut Dua Industri Farmasi Bakal Ditindak Secara Pidana Terkait Obat Sirup, Polisi Lakukan Penyidikan

Meski enggan membeberkan nama perusahaan tersebut, namun Penny menjelaskan penyebab kedua perusahaan ini diseret ke ranah pidana.

Penny menjelaskan bahwa pemidanaan tersebut didasari pada temuan bahwa kandungan EG dan DEG dari produk-produk obat sirup kedua industri farmasi itu bukan hanya bersifat sebagai kontaminan, tetapi sangat-sangat tinggi.

"Ada indikasi bahwa kandungan EG dan DEG di produknya itu tidak hanya dalam konsentrasi sebagai kontaminan, tetapi sangat-sangat tinggi," ungkapnya.

Mengenai kebenaran kedua industri farmasi tersebut merupakan produsen lima obat sirup yang sebelumnya diumumkan penarikannya oleh BPOM pada Kamis, 20 Oktober 2022 pekan lalu? Penny juga tetap menolak menjawab.

Baca Juga: BPOM: Ini Empat Bahan Tambahan Penyebab Cemaran di Etilen Glikol dan Dietilen Glikol

Pada Kamis, 20 Oktober 2022, BPOM mengumumkan lima produk obat sirop di Indonesia yang mengandung cemaran EG melampaui ambang batas aman.

Pertama, obat demam Termorex Sirup kemasan dus botol plastik ukuran 60 mililiter (ml) produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL781300353A7A1.

Kemudian, obat batuk dan flu Flurin DMP Sirup kemasan dus botol plastik ukuran 60 ml keluaran PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1.

Tiga produk lainnya merupakan obat-obat sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries, yakni obat batuk dan flu Unibebi Cough Sirup ukuran 60 ml bernomor izin edar DTL7226303037A1.

Baca Juga: Lima Anak di Jateng Menderita Gagal Ginjal Akut, Dinkes Koordinasi dengan IDAI

Lalu obat demam Unibebi Demam Sirup ukuran 60 ml bernomor izin edar DBL8726301237A1, dan obat demam Unibebi Demam Drops ukuran 15 ml bernomor izin edar DBL1926303336A1.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB
X