Usai OTT Pengurusan Perkara di MA, MAKI Berharap KPK Usut Dugaan Korupsi Rekrutmen Hakim Agung

- Minggu, 25 September 2022 | 14:10 WIB
Ilustrasi Mahkamah Agung. /Dok Istimewa/
Ilustrasi Mahkamah Agung. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) meminta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi rekrutmen Hakim Agung.

Hal itu dikatakan Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, usai penetapan tersangka dugaan suap pengurusan perkara KSP (Koperasi Simpan Pinjam) Intidana di Mahkamah Agung (MA).

''KPK semestinya juga mengembangkan OTT dugaan suap pengurusan perkara di MA, dengan cara mendalami dugaan KKN saat rekrutmen Hakim Agung,'' harap Boyamin di Jakarta, Sabtu, 24 September 2022 dikutip dari Antara.

Baca Juga: Mahfud MD Minta Oknum Penegak Hukum di Mahkamah Agung yang Terlibat Suap Dihukum Seberat-beratnya

Menurut dia, dulu juga pernah terdapat cerita isu pertemuan di toilet antara calon-calon Hakim Agung dengan terduga anggota DPR

Ia mengatakan, meskipun isu dugaan pertemuan di toilet itu dinyatakan tidak terbukti di Komisi Yudisial (KY), namun tidak menutup kemungkinan KPK mampu menemukan alat bukti dengan segala kewenangan, seperti penyadapan dan penelusuran rekening bank.

Boyamin pun mengapresiasi kinerja KPK yang mampu mencetak rekor dengan menetapkan seorang Hakim Agung sebagai tersangka, yaitu Sudrajad Dimyati, dalam OTT dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara MA.

Baca Juga: KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

''KPK pernah menyasar dugaan korupsi di MA tahun 2005, yaitu kasus Probosutedjo, Harini Wiyoso; namun KPK hanya mampu menangkap beberapa pegawai rendah di MA,'' katanya.

Atas kinerja tersebut, kata Boyamin, KPK semestinya mampu mengembangkan kasus tersebut, dengan memeriksa pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X