Mahfud MD Minta Oknum Penegak Hukum di Mahkamah Agung yang Terlibat Suap Dihukum Seberat-beratnya

- Sabtu, 24 September 2022 | 01:08 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD, menegaskan RKUHP soal LGBT disahkan saja (Dok)
Menko Polhukam, Mahfud MD, menegaskan RKUHP soal LGBT disahkan saja (Dok)

MALANG, suaramerdeka-wawasan.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, meminta kasus suap pengurusan perkara yang melibatkan Hakim Agung di Mahkamah Agung (MA) diusut tuntas.

Bahkan Mahfud MD meminta, oknum penegak hukum di Mahkamah Agung yang terjerat kasus suap pengurusan perkara tersebut diberi hukuman berat.

"Itu harus diusut tuntas dan hukumannya harus berat karena ini hakim," kata Mahfud di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, 23 September 2022 seperti dikutip Antaranews.

Baca Juga: KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Mahfud mengakui, pihaknya belum mendapatkan informasi detail terkait hakim agung yang disebutkan terjerat dalam kasus tersebut.

Tetapi, lanjutnya, karena seorang hakim merupakan benteng keadilan bagi masyarakat sehingga jika hakim tersebut terbukti melakukan tindak pidana korupsi, maka harus diberikan hukuman maksimal. "Jadi kalau itu (tindak pidana korupsi) terjadi, jangan sampai diampuni," ujarnya.

Bahkan, kata dia, jika ada pihak-pihak yang melindungi atau mempengaruhi proses penyelidikan siapa pun yang terjerat kasus suap pengurusan perkara itu, pihaknya meminta KPK untuk mengusut juga, mereka. keuntungan apa yang diterima pihak terkait tersebut.

"Sekarang zaman transparan, digital. Kalau Anda melindungi perlu dipertanyakan atau diusut, Anda dapat apa?" katanya.

Baca Juga: Uang Sebanyak SGD 205 ribu dan Rp 50 Juta Turut Diamankan KPK Dalam Kasus Suap MA

Seperti diketahui KPK menetapkan 10 orang tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung. Enam orang diantaranya berasal dari lingkungan Mahkamah Agung.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X