Para Tersangka Kasus Suap Perkara di MA Diminta Kooperatif! Panggilan Tak Diindahkan, KPK Akan Tangkap

- Jumat, 23 September 2022 | 12:31 WIB
Ketua KPK, Firli Bahuri. /Dok Istimewa/
Ketua KPK, Firli Bahuri. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) meminta Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD) kooperatif terhadap panggilan penyidik, lantaran telah ditetapkan tersangka kasus suap pengurusan perkara di MA.

Begitu pula Redi (RD) selaku PNS Mahkamah Agung; Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS) selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana; Tanaka selaku Debitur KSP Intidana agar kooperatif.

Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan, pihaknya bakal mengirimkan surat panggilan kepada keempat tersangka.

Baca Juga: Pengurusan Perkara KSP Intidana di MA, Begini Perjalanan Kasus Suap Itu hingga KPK Tetapkan 10 Tersangka

''KPK mengimbau SD, RD, IDKS dan HT untuk kooperatif hadir, sesuai jadwal pemanggilan yang segera akan dikirimkan Tim Penyidik,'' jelas Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat, 23 September 2022.

Firli menegaskan, jika panggilan kepada keempat tersangka itu tak diindahkan, pihaknya bakal melakukan pencarian, serta dilakukan penangkapan.

Dia menyebut, KPK telah mengantongi identitas para pihak yang menjadi tersengka kasus pengurusan perkara di MA tersebut, termasuk foto yang bersangkutan.

Baca Juga: Kasus Suap Pengurusan Perkara KSP Intidana di MA, Tersangka Yosep Parera: Intinya Siap Buka Semua

''Kalau identitas kan kita sudah tahu semua, termasuk foto pun kita sudah punya," tegas Firli.

Seperti diketahui, KPK menetapkan sepuluh tersangka terkait suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung, yang salah satu tersangkanya adalah Hakim Agung pada MA yakni Sudrajad Dimyati.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X