Pengurusan Perkara KSP Intidana di MA, Begini Perjalanan Kasus Suap Itu hingga KPK Tetapkan 10 Tersangka

- Jumat, 23 September 2022 | 11:38 WIB
Ilustrasi Gedung KPK. /Dok Istimewa/
Ilustrasi Gedung KPK. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam OTT (Operasi Tangkap Tangan) kasus pengurusan perkara Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana di MA telah menetapkan sepuluh tersangka, yang salah satunya Hakim Agung, Sudrajad Dimyati (SD).

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan, kasus tersebut diawali adanya laporan pidana dan gugatan perdata, terkait aktivitas dari KSP Intidana di Pengadilan Negeri Semarang, yang diajukan debitur Heryanto Tanaka (HT) dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).

Menurut Firli, dalam perkara ini, penggugat diwakili oleh kuasa hukumnya yakni Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES).

Baca Juga: Kasus Suap Pengurusan Perkara KSP Intidana di MA, Tersangka Yosep Parera: Intinya Siap Buka Semua

''Saat proses persidangan di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, HT dan ES belum puas dengan keputusan pada dua lingkup pengadilan tersebut, sehingga

melanjutkan upaya hukum berikutnya di tingkat kasasi pada Mahkamah Agung," kata Firli dalam konferensi pers di kantornya, Jumat, 23 September 2022.

Lalu pada tahun 2022, jelas Firli, Heryanto dan Ivan Dwi melakukan pengajuan kasasi dengan masih mempercayakan Yosep dan Eko, sebagai kuasa hukumnya.

Baca Juga: KPK Tetapkan 10 Tersangka Dalam Kasus Dugaan Suap MA. Salah Satunya Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Firli menyebutkan, dalam pengurusan kasasi ini, diduga Yosep dan Eko melakukan pertemuan dan komunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan Mahkamah Agung.

Dikatakan, beberapa pegawai di Kepaniteraan MA ini, dinilai mampu menjadi penghubung hingga menjadi fasilitator dengan Majelis Hakim, yang nantinya bisa mengkondisikan putusan sesuai keinginan Yosep dan Eko.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X