Kejagung: Dugaan Korupsi Impor Garam Industri Rugikan Petani Garam

- Kamis, 22 September 2022 | 23:59 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum atau Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana
Kepala Pusat Penerangan Hukum atau Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana

Baca Juga: Kejagung Tunjuk 43 JPU Tangani Perkara Obstruction of Justice Kasus Pembunuhan Brigadir J

Dari hasil penggeledahan dilakukan penyegelan dan penyitaan 41 dokumen pembelian garam dan penjualan garam industri, 2 kg sampel garam industri, dan 686 garam impor halus yang berada di dalam Gudang CV Usaha Baru.

Kemudian penggeledahan tanggal 21 September 2022 di Kantor dan Gudang PT NGC Kabupaten Cirebon milik seseorang berinisial O di Kabupaten Bandung.

Pada Kamis, 22 September 2022, di Kantor dan Pabrik PT GSB Kota Sukabumi, serta Kantor dan Pabrik CV MSGB Kota Sukabumi.

“Dari tindakan penggeledahan, penyitaan, dan penyegelan diperoleh fakta bahwa terjadi penyalahgunaan impor garam industri dengan cara perusahaan importir menjual atau memindahtangankan garam industri yang diimpor ke pasaran sebagai garam konsumsi,” kata Ketut.

Posisi kasus ini pada tahun 2018 terdapat 21 perusahaan importir garam yang mendapat kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton atau senilai Rp2 triliun.

Persetujuan ini tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia sehingga mengakibatkan garam industri melimpah.

Yang lebih parah, para importir kemudian mengalihkan secara melawan hukum peruntukan garam industri menjadi garam konsumsi dengan perbandingan harga yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani garam lokal dan kerugian perekonomian negara.

“Terkait dengan kerugian negara, sedang dalam proses dan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi,” kata Ketut.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X