Kejagung: Dugaan Korupsi Impor Garam Industri Rugikan Petani Garam

- Kamis, 22 September 2022 | 23:59 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum atau Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana
Kepala Pusat Penerangan Hukum atau Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.comKejaksaan Agung (Kejagung) memang belum memastikan perkara dugaan korupsi impor garam industri merugikan keuangan negara atau merugikan perekonomian negara. Namun Kejagung memastikan kasus ini merugikan petani garam.

Kepala Pusat Penerangan Hukum atau Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana mengatakan bahwa hal ini jelas merugikan petani garam.

“Belum dihitung kerugian negaranya, tetapi nilai garam yang dimasukkan ke Indonesia kurang lebih 3.770.346 ton yang nilainya kurang lebih Rp 2 triliun. Ini menyebabkan petani garam di Indonesia tidak mampu bersaing secara harga,” kata Ketut di Kejagung, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Baca Juga: Soal Fasilitas Impor Garam, Kejagung Temukan Indikasi Korupsi

Dalam mengungkap perkara itu, kata dia, sampai saat ini penyidik telah memeriksa 53 orang saksi dan satu saksi ahli, serta melakukan penggeledahan di enam lokasi yang berada di empat daerah.

“Melakukan penggeledahan di tiga tempat, dan satu tempat masih berlangsung penggeledahannya,” kata Ketut seperti dikutip Antaranews.

Ia menjelaskan lokasi penggeledahan pertama di Kantor dan Pabrik Firma Sariguna di Kalianak Barat, Kota Surabaya.

Dari hasil penggeledahan dilakukan penyegelan 240 sak (1 sak berisi 25 kg) garam halus super (garam industri) dan penyitaan beberapa dokumen dan sampel garam.

Selanjutnya barang berupa 240 garam halus super (garam industri) garam impor dititipkan di Gudang Firma Sariguna.

Lokasi kedua, penggeledahan Gudang dan Kantor CV Usaha Baru di Jl. Ikan Kerapu, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

Tahan Ivan Dwi Kusuma, KPK Jelaskan Kronologi Perkara

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:34 WIB

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X