Soal Fasilitas Impor Garam, Kejagung Temukan Indikasi Korupsi

- Kamis, 22 September 2022 | 23:38 WIB
ilustrasi Kejagung
ilustrasi Kejagung

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Kejaksaan Agung tengah mendalami informasi terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas impor garam industri periode 2016-2022 di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Semakin jelas perbuatannya dan kami sedang mengembangkan. Karena ini titiknya banyak, jadi kami harus hati-hati," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Kejagung, Kuntadi, di Jakarta seperti dikutip Antaranews.

Penyidik Kejagung telah dua kali memeriksa Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud sebagai saksi pada Kamis, 15 September 2022 dan Selasa, 20 September 2022.

Baca Juga: Kejagung Tunjuk 43 JPU Tangani Perkara Obstruction of Justice Kasus Pembunuhan Brigadir J

"Ada beberapa kasus, itu yang menyebabkan mungkin dia (Musdhalifah) sering terlihat mondar-mandir (diperiksa)," tambahnya.

Kuntadi menjelaskan penyidik memerlukan informasi dari Musdhalifah terkait apakah regulasi atau kebijakan yang terbit sudah tepat atau belum.

Namun, lanjutnya, penyidik belum masuk sampai pada keterlibatan Musdhalifah dalam merumuskan regulasi itu.

"Kami belum sejauh itu. Kami butuh informasi dia sebagai pihak yang tahulah tentang regulasi. Kami kan lihat apakah kebijakan itu sudah tepat atau belum. Ini kan menyangkut kebetulan kasus yang membutuhkan informasi yang bersangkutan," jelasnya.

Menurut Kuntadi, penyidik sudah mengerucutkan dan menemukan indikasi dugaan perbuatan korupsi.

Baca Juga: Berkas Perkara Ferdy Sambo Dkk Sudah Diserahkan ke Kejagung. Kejagung Segera Lakukan Ini

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

Tahan Ivan Dwi Kusuma, KPK Jelaskan Kronologi Perkara

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:34 WIB

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X