Tanah Longsor di Pertambangan Emas Bengkayang Kalbar, Lima Orang Tewas dan Delapan Selamat

- Minggu, 18 September 2022 | 10:44 WIB
Ilustrasi proses evakuasi korban longsor di lokasi penambangan emas tanpa izin di Bengkayang, Kalimantan Barat. /Dok BNPB/
Ilustrasi proses evakuasi korban longsor di lokasi penambangan emas tanpa izin di Bengkayang, Kalimantan Barat. /Dok BNPB/

PONTIANAK, suaramerdeka-wawasan.com - Lima orang tewas tertimbun tanah longsor dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Kinande, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar (Kalimantan Barat), Kamis, 15 September 2022.

Kepala Kantor SAR Pontianak, Kalimantan Barat, , Yopi Haryadi menyatakan, hingga hari kedua pencarian pada Sabtu, 17 September 2022, sudah tidak ditemukan lagi korban tanah longsor di pertambangan emas itu.

''Hingga saat ini tercatat korbannya sebanyak 13 orang, delapan ditemukan selamat, sedang lima orang tewas,'' ungkap Yopi Haryadi, dalam keterangannya kepada wartawan di Pontianak, Sabtu, 17 September 2022.

Baca Juga: Vokalis Soegi Bornean Fanny Soegiarto Curi Perhatian Publik, Menari Tak Beralas Kaki di Panggung

Ia menyebutkan, data korban yang meninggal, yaitu warga Kabupaten Bengkayang, atas nama Picko (27) warga Desa Sejaruk, Kecamatan Lembah Bawang; Hermanus (42), warga Dusun Benawa Bakti, Kecamatan Monterado.

Selain itu, lanjutnya, korban meninggal lainya adalah Mayanto (23), warga Desa Grantung, Kecamatan Monterado; Oot (22), warga Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas; dan Apok (40).

''Hari ini kami hentikan pencarian, setelah dilakukan oleh tim SAR gabungan yang dibantu menggunakan alat berat berupa eksavator dari BPBD Kabupaten Bengkayang,'' kata Yopi sebagaimana dikutip dari Antara.

Baca Juga: Pelaku Penyuntikan LPG Nonsubsidi dan Penjualnya Diringkus Polres Brebes, Ngaku Sudah Beroperasi Dua Tahun

Menurut dia, pihaknya menghentikan pencarian, lantaran tidak menemukan tambahan korban jiwa di tempat pertambangan emas tanpa izin itu.

Selain itu, tandasaya, pihak keluarga juga tidak merasa kehilangan anggota keluarganya yang menjadi korban tanah longsor di pertambangan emas ilegal itu.

"Setelah dilakukan evaluasi bersama, tim SAR gabungan memutuskan menghentikan pencarian," katanya.

Baca Juga: Polisi Sudah Tahu Pembunuh Pegawai Bapenda Kota Semarang, Kapolrestabes Minta agar Pelaku Menyerahkan Diri

Dia menambahkan, korban yang tertimbun tanah longsor itu, saat mendulang atau mencari emas menggunakan peralatan tradisional di lokasi pertambangan pada Kamis malam, 15 September 2022.***

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB
X