Terkait Pelanggaran Etik Kasus Pembunuhan Brigadir J, Lima Anggota Polri Selesai Jalani Patsus

- Sabtu, 10 September 2022 | 18:46 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo. /Dok Istimewa/
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Lima anggota Polri selesai menjalani masa patsus (penetapan khusus) terkait pelanggaran etik dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J (Nofriansyah Yosua Hutabarat).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, anggota Polri yang selesai menjalankan patsus, kembali bertugas ke pelayanan markas (Yanma), sesuai surat telegram mutasi yang diterimanya.

''Yang di-patsus kalau enggak salah sudah ada yang selesai menjalankan, kecuali yang tersangka tindak pidana, secara pidananya kan ditahan,'' jelas Dedi dalam keterangan pers, Sabtu, 10 September 2022 dikutip dari Antara.

Baca Juga: Pemeriksaan Bharada E Gunakan Lie Detector Jujur, Ferdy Sambo Disebut Orang Terakhir Tembak Brigadir J

Menurut dia, total ada 18 anggota Polri yang menjalani sanksi penempatan khusus, dari 35 orang terduga pelanggar kode etik.

Dari jumlah itu, jelasnya, terdapat tujuh orang berstatus tersangka menghalangi penyidikan Brigadir J, dan tiga orang berstatus tersangka pembunuhan Brigadir J.

''Mereka yang berstatus tersangka dilakukan penahanan, sedangkan yang melakukan pelanggaran etik dilakukan penempatan khusus di Mako Brimob dan Provos Mabes Polri,'' imbuh Dedi.

Baca Juga: Pengacara Bripka Ricky Sebut Kliennya Balik Arah Setelah Ketemu Istrinya, Tak Ikuti Skenario Ferdy Sambo

Ia meyebutkan, lima anggota Polri yang selesai menjalankan patsus dan kembali bertugas sebagai anggota Yanma dengan pengawasan ketat.

''Ditempatkan sesuai dengan putusan (mutasi) di Yanma jadi di bawah pengawasan Yanma dan Propam setiap hari diawasi,'' kata Dedi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X