Jangan Sembarangan! Prof Zubairi: Azitromisin dan Oseltamivir pada Prinsipnya Bukan Obat Covid-19

- Minggu, 18 Juli 2021 | 17:19 WIB
Prof. Zubairi Djoerban. /Instagram.com/
Prof. Zubairi Djoerban. /Instagram.com/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Dua obat untuk pasien Covid-19 yang direkomendasikan pemakaiannya oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dinilai berbahaya.

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, Prof. Zubairi Djoerban membeberkan melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Minggu 18 Juli 2021, bahwa obat tersebut yaitu Azitomisin dan Oseltamivir

Seperti WHO, Prof. Zubairi pun meminta kepada pemerintah agar kedua obat ini direvisi.

Baca Juga: Berharap Paket Obat Gratis Pasien Isoman Direvisi, Pakar Wabah UI: Antibiotik Berpotensi Membahayakan

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan pemakaian obat untuk pasien Covid-19, antara lain Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azithromycin, dan Dexametason (tunggal).

Meski BPOM telah mengeluarkan pemakaian, terdapat sejumlah obat yang justru ‘bermasalah’ baik dalam penelitian uji klinisnya maupun dari efek jangka panjang penggunaannya.

Seperti Ivermectin yang baru-baru ini terungkap, salah satu penelitian terbesarnya terkait penanganan pasien Covid-19 mengandung banyak pemalsuan data.

Baca Juga: Inul Geram dengan Orang yang Abai Prokes: Jika Alami Gejala Covid-19 Jangan Minta Pertolongan Nakes

Prof. Zubairi Djoerban pun menjelaskan alasannya, mengapa Azitromisin dan Oseltamivir tidak lagi menjadi standar perawatan pasien Covid-19.

Dia membahas, dampak jangka panjang pemakaian antibiotik secara sembarangan, dan kapan seharusnya pasien Covid-19 menggunakan Azitromisin.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X