Pemerintah Optimis Covid-19 Terkendali, Pakar Wabah UI : Faktanya Banyak yang Meninggal

- Rabu, 14 Juli 2021 | 08:41 WIB
Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Bandung, Jawa Barat, Rabu 16 Juni 2021. Ada 85 tenaga kesehatan yang meninggal dunia selama 1-9 Juli 2021. /ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Bandung, Jawa Barat, Rabu 16 Juni 2021. Ada 85 tenaga kesehatan yang meninggal dunia selama 1-9 Juli 2021. /ANTARA FOTO/Novrian Arbi

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia diyakini akan terkendali, dalam kurun waktu 4-5 hari.

Keyakinan penyebaran virus Covid-19 akan bisa dikendalikan merupakan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut optimis bahwa penyebaran virus Covid-19 di Indonesia akan mengalami penurunan.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia per Selasa 13 Juli 2021: Lagi-lagi Pecah Rekor Kasus Positif Mencapai 50.000 Pasien

"Saya melihat dalam 4-5 hari ke depan situasinya (Covid-19) akan membaik. Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadaannya, sangat-sangat terkendali,” kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangannya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin 12 Juli 2021.

Pernyataan Luhut tersebt dipertanyakan oleh Epidemiolog atau pakar wabah dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono.

Pandu Riono menyebutkan kasus Covid-19 di Indonesia sulit akan terkendali karena realitanya penularan terus meningkat, rumah sakit kolaps, banyak orang tak dirawat dan meninggal.

Baca Juga: Komentar Luhut Soal Penanganan Covid-19, Gus Umar: Ada Orang yang Super Tega Sekarang Terkendali

"Yakinkah? Sulit itu akan terjadi. Realita yg ada penularan terus meningkat, RS kolaps, orang yg seharusnya dirawat di RS, terkapar di rumah dg bantuan tabung oksigen pinjaman. Banyak yg mati," tulis @drpriono1, Rabu, 14 Juli 2021.

Dia juga menyebut saat ini bukan obat yang dibutuhkan tetapi perawatan seperti rumah sakit.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Terkini

X