Ahli Epidemiologi UI Bikin Petisi Penolakan Vaksin Berbayar, Sudah Ditandatangani 8.000 Orang Lebih

- Senin, 12 Juli 2021 | 16:06 WIB
Ilustrasi petisi. /Pixabay/Edar
Ilustrasi petisi. /Pixabay/Edar

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com – Rencana peluncuran program vaksinasi gotong royong berbayar bagi individu, terus mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Politikus hingga relawan Covid-19 secara vokal menyampaikan penolakannya, dan meminta Pemerintah membatalkan program tersebut.

Salah satunya ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, yang membuat sebuah petisi untuk pembatalan program tersebut.

Baca Juga: Angel Lelga Ogah Maafkan, Meski 'Gladiator' Vicky Prasetyo Minta Maaf sambil Nangis

“Regulasi yang membuka peluang komersialisasi vaksin harus dikoreksi. Hapus konsep vaksin Gotong-royong!,” ucapnya, Senin, 12 Juli 2021, dikutip dari akun Twitter @drpriono1.

Petisi yang dibuat di situs Change.(org) tersebut ditujukan kepada Presiden Jokowi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dalam membuat petisi ini, Pandu Riono bekerja sama dengan Irma Hidayana dan Sulfikar Amir dalam Koalisi Vaksin untuk Semua.

Baca Juga: Berani Sebut Pandemi Covid-19 Tak Terkendali? Luhut: Datang ke Saya, Nanti Saya Tunjukkin ke Mukanya

Mereka menilai rencana pemerintah untuk memperbolehkan vaksinasi mandiri akan menyebabkan ketimpangan yang tinggi dan justru dapat memperpanjang pandemi.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan, program vaksinasi yang dilakukan pihak swasta hanya menguntungkan, dan mengutamakan masyarakat tingkat ekonomi menengah ke atas di perkotaan saja.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X