BPKN RI Minta Pemerintah Awasi Distribusi Obat : Penjual Naikan Harga Dijerat Pidana Kemanusian

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 08:25 WIB
Ilustrasi obat-obatan. Covid-19 dijadikan momen cari untung oleh sejumlah pihak dengan menaikkan harga obat-obatan hingga puluhan kali lipat. /Pixabay
Ilustrasi obat-obatan. Covid-19 dijadikan momen cari untung oleh sejumlah pihak dengan menaikkan harga obat-obatan hingga puluhan kali lipat. /Pixabay

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Menimbun ataupun menaikan harga obat pada saat pendemi Covid-19 merupakan tindak kejahatan kemanusian.

Untuk itu, perlu ada tindakan tegas pada siapun yang melakukan tindak kejahatn kemanusian tersebut.

Adapun jenis obat yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, di antaranya vitamin, alat kesehatan.

Mereka menaikan harga obat di saat pendemi Covid-19 masih mengganas.

Baca Juga: Pekan Depan Lewati Pos Penyekatan Wajib Punya STRP, Kakorlantas Polri: Tak Bawa, Putar Balik!

Demikian diungkapkan Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI Firman T Endipradja, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Juli 2021.

Betapa tidak, kata dia, dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sangat mengkhawatirkan ini, demi kesehatan orang tidak akan lagi menawar harga obat, vitamin, atau alat kesehatan.

Contohnya, kata Firman, masker, alat ukur oksigen, alat tensi darah dll, bahkan kalau perlu apa pun dijual untuk keperluan itu.

Diakui dia, di tengah situasi sulit seperti saat ini, masih cukup banyak oknum penjual obat yang menjual obat untuk terapi Covid-19 dengan harga selangit.

"Atas kondisi ini, Pemerintah melalui Kemenkes dalam peraturannya telah menetapkan 11 Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk obat terapi Covid-19," kata dia.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

Tahan Ivan Dwi Kusuma, KPK Jelaskan Kronologi Perkara

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:34 WIB

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X