IDI Minta Petugas Garda Terdepan Penanganan Covid-19 Disuntik Vaksin Sinovac 3 Kali

- Kamis, 8 Juli 2021 | 10:36 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca. /TBS.Seoul.KR
Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca. /TBS.Seoul.KR

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Suntikan vaksin Sinovac yang sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap sebagian masyarakat, tak menjamin tak akan terpapar Covid-19.

Bahkan sejumlah tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19, masih banyak yang terpapar Covid-19, meski sudah disuntik vaksin Sinovac dua kali.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Slamet Budiarto meminta tenaga kesehatan dilakukan tiga kali vaksin Sinovac.

Menurutnya, banyak tenaga kesehatan yang sudah terinfeksi Covid-19 tetap mengalami gejala berat.

Baca Juga: PPKM Darurat Hari Ke-5, Jumlah Covid-19 di Jawa-Bali Menurun, Tiap Hari Ditarget 324 Ribu Tes

"Kami mengusulkan agar tenaga kesehatan atau garda terdepan yang menangani Covid-19 dilakukan vaksin yang ketiga,'' kata dr. Slamet Budiarto.

Hal ini dikarenakan, katanya, banyaknya dokter dan nakes yang sudah terinfeksi dua kali tapi dia mengalami kesakitan yang sedang dan berat bahkan meninggal dunia.

"Vaksin Sinovac tiga kali untuk tenaga kesehatan atau petugas garda terdepan yang tangani Covid-19," tambah dia.

Slamet mengungkapkan, bahwa efikasi vaksin Sinovac sebesar 65 persen berbeda dengan World Health Organization (WHO). Dia bingung, mana efikasi vaksin Sinovac yang benar.

"Kita tidak tahu efikasi Sinovac yang sebenarnya versi WHO menyatakan bahwa efikasi ini 51 persen, tapi versi kita 65 persen, Brazil juga 50 persen," ungkap dia.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Liputan6.com

Terkini

X