Harga Obat Covid-19 Melambung Tak Wajar, Polri dan Kejagung Akan Hukum Penjualnya

- Minggu, 4 Juli 2021 | 16:08 WIB
Ilustrasi obat-obatan. /Pixabay/qimono.
Ilustrasi obat-obatan. /Pixabay/qimono.

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Di tengah kondisi kasus Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat per harinya, muncul masalah lain yakni kelangkaan obat seperti obat Ivermectin yang harga di pasaran malah makin mahal.

Untuk menangani dan mengantisipasi maraknya aksi oknum yang menjual harga obat di atas harga eceran tertinggi atau HET, maka Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang mematangkan peraturan terkait penegakan hukum bagi oknum tersebut.

Dalam hal ini, Kabareskrim Polri Agus Adrianto menjelaskan Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga sudah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk menyusun Pasal-pasal aturan penegakan hukum tersebut.

Baca Juga: Anisa Bahar Jengkel, Sulit Cari Obat untuk 14 Orang Kenalannya yang Positif Covid-19

Yakni, untuk mencegah terjadinya praktik menyimpang, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di wilayah Jawa dan Bali yang sudah berlaku dari tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang.

Kabareskrim Pol Agus menyampaikan dalam penyusunan pasal itu nantinya akan melibatkan Kejagung.

Ia juga menjelaskan, aktivitas menyimpang yang akan menjadi fokus peraturan itu antara lain menjual obat dengan harga yang lebih mahal dari HET, menimbun, mengganggu keselamatan masyarakat dan sebagainya.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Semifinal Euro 2020, RCTI dan Mola TV Siarkan Live

“Kapolri telah arahkan ke jajaran untuk disusun cara bertindak dan pasal yang sudah dikoordinasikan dengan pihak Kejaksaan,” kata Agus dalam siaran pers virtualnya di Jakarta, 4 Juli 2021.

Sehingga, ia mengatakan apabila terjadi oknum yang menjual obat dengan harga yang lebih mahal, Agus menegaskan pihaknya tak segan-segan langsung lakukan penegakan hukum.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X