Risiko Kematian Akibat Cacar Monyet Rendah, Tapi Penampilan Kulit dan Wajahmu Jadi Buruk Lho!

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:28 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. /Dok Istimewa/
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, orang yang terinfeksi cacar monyet masih bisa selamat karena tingkat risiko kematian rendah

''Walau begitu, cacar monyet membuat penampilan seseorang jadi lebih buruk,'' papar Budi dikutip dari siaran YouTube Kemenkes, saat agenda The 3rd G20 Health Working Group, Selasa, 23 Agustus 2022.

Seperti diketahui, infeksi cacar monyet menyebabkan gejala lesu, dan ruam di kulit, terutama pada area tangan dan wajah.

Baca Juga: Seorang Polisi Dikeroyok di Kawasan Kampung Kali Semarang, Dua Pelaku Diamankan

''Because its only affects your skin, basically. Yeah, you look ugly definitely, but at least you will survive.

(Pada dasarnya itu hanya mempengaruhi kulit Anda. Benar, Anda pasti terlihat jelek, tapi setidaknya Anda bisa bertahan),'' kata Budi.

Menurut Budi, fatality rate atau tingkat kematian pada kasus cacar monyet secara global berkisar 0,04 hingga 0,05 persen.

Baca Juga: Rumah Sekaligus Grosir Sembako dan Kafe di Banjarnegara Ludes Terbakar, Kerugian Mencapai Rp500 Juta

Itu terlihat, lanjutnya, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 39 ribu hingga 40 ribu kasus konfirmasi cacar monyet di dunia, jumlah pasien yang meninggal sebanyak 12 orang.

Budi menyebutkan, pasien cacar monyet yang meninggal, rata-rata bukan disebabkan karena virus cacar monyet itu secara langsung.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X