PDFI: Semula Luka di Tubuh Brigadir J Adalah Luka Tembak. Ini Penjelasannya

- Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:21 WIB
Ketua Tim PDFI, Ade Firmansyah Sugiharto
Ketua Tim PDFI, Ade Firmansyah Sugiharto

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com – Hasil autopsi ulang atau Ekshumasi yang dilakukan oleh  Tim Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia atau PDFI menunjukkan hanya ada luka tembak, tak ada luka lain di tubuh Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Menurut Ketua Tim PDFI, Ade Firmansyah Sugiharto, dalam keterangan pers-nya Senin, 22 Agustus 2022, meninggalnya Brigadir J karena ada dua luka tembakan fatal di tubuh korban penembakan di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Polisi Ferdy Sambo itu hingga meninggal dunia.

"Kami sudah pastikan dengan keilmuan forensik yang sebaik-baiknya bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan selain senjata api pada tubuh korban," Kata Ade Firmansyah kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 22 Agustus 2022 seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Putri Candrawathi Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J

Ade juga memastikan tidak ada kuku korban Brigadir J yang dicabut ataupun tulang yang patah pada tubuh Brigadir J. Ia menegaskan kematian korban murni ditembak.

"Dua luka fatal yang menyebabkan korban meninggal itu ada di daerah dada dan kepala," kata Ade Firmansyah

Secara keseluruhan, lanjutnya, dari hasil Ekshumasi, terdapat lima tembakan masuk dan empat tembakan keluar. Sehingga ada satu peluru yang bersarang di tubuh korban.

"Dari empat tembakan keluar, ada satu yang bersarang di tulang belakang, dekat tulang belakang," jelas Ade.

Namun ia menegaskan, jumlah luka tembak ini tidak berkaitan dengan jumlah peluru yang ditembakkan.

Baca Juga: Hasil Pemeriksaan Komnas HAM Tak Ada Indikasi Brigadir J Dianiaya

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X