Dua Pelaku Penembakan Wartawan Ditangkap, Modusnya Korban Selalu Memberitakan Peredaran Narkoba

- Jumat, 25 Juni 2021 | 14:22 WIB
Ilustrasi senjata api. /Pixabay/Alexas_Fotos
Ilustrasi senjata api. /Pixabay/Alexas_Fotos

MEDAN, suaramerdeka-wawasan.com - Polda Sumatera Utara berhasil menangkap tersangka pelaku penembakan wartawan media online lokal di Siantar, yang menewaskan Mara Salem Harahap (42 tahun).

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menjelaskan, kedua tersangka pelaku tersebut berinisial S berusia 57 tahun, sebagai pemilik Ferrari Kafe, Bar and Resto, serta Y berusia 31 tahun selaku karyawannya.

“Modus operandi yang kita bisa ungkap dari hasil dari penyelidikan ini adalah, tumbuhnya rasa sakit hati oleh S selaku pemilik pemilik kafe dan resto terhadap korban yang selalu memberitakan peredaran narkotika di tempatnya,'' ujar Panca, Jumat, 25 Juni 2021.

Baca Juga: Bawaslu Jateng Menyebut 13 ASN Melanggar Netralitas Pilkada 2020 Belum Mendapatkan Sanksi dari PPK

Kapolda juga mengungkap, bahwa ternyata sebelumnya korban Marsal Harahap justru meminta sejumlah uang, sebagai syarat tak akan memberitakan hal yang buruk di lokasi usaha milik S itu.

''Korban meminta jatah Rp 12 juta per bulan, dan per harinya meminta 2 butir ekstasi, bisa dibayangkan teman-teman?,'' ujar Panca.

Lebih lanjut, Panca menambahkan, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil korban yang ditemukan saat kejadian, satu unit senjata airsoft gun, dan satu unit pistol.

Baca Juga: Sejumlah ASN Dispendukcapil Semarang Diterjang Covid-19, Pelayanan Tatap Muka Dihentikan

Selain itu, Panca menuturkan, senjata api yang dipakai menembak Marsal Harahap adalah pabrikan Amerika.

Sebab, nomor senjata tidak terdaftar sebagai aset TNI atau Polri, sehingga pihak kepolisian masih mencari tahu asal senjata tersebut, sebagaimana dikutip dari laman Antara.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X