Kemendikbud Ristek Tentang Penangkapan Rektor Unila oleh KPK: Prihatin dan Sesalkan. Ini Harapan ke Depan

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 13:55 WIB
Inspektur Investigasi Inspektorat Kemendikbud Ristek, Lindung Saut Maruli Sirait, (tangkapan layar youtube)
Inspektur Investigasi Inspektorat Kemendikbud Ristek, Lindung Saut Maruli Sirait, (tangkapan layar youtube)

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Inspektur Investigasi Inspektorat Kemendikbud Ristek, Lindung Saut Maruli Sirait, mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan melakukan kajian menyangkut tata kelola penyelenggaraan pendidikan, terutama dalam penerimaan mahasiswa baru.

Hal ini dikemukakan oleh Lindung menanggapi penangkapan Rektor Unila, Prof Dr Karomani Msi dan jajarannya sejumlah enam orang dari total delapan orang yang ditangkap KPK, Jumat, 19 Agustus 2022.

‘’Kemendikbud Ristek sangat prihatin dan menyesalkan dengan adanya kejadian ini. Kami berharap, ini menjadi kasus terakhir di semua PTN. Ini harus jadi pembelajaran berharga bagi pimpinan PTN dan jajarannya,’’ kata dia dalam jumpa pers di Kantor KPK Jakarta.

Baca Juga: KPK: Rektor Unila Gunakan Rp 575 Juta dan Simpan Rp 4,4 Miliar

Menurut dia, akuntanbilitas dan transparansi dalam jalur penerimaan mahasiswa termasuk jalur mandiri harus menjadi prinsip yang harus dipegang teguh oleh semua pimpinan PTN. ‘’Ini salah satu titik rawan yang sangat perlu harus diperbaiki,’’ tegasnya.

Lindung menambahkan, penyelenggaraan dan pengelolaan perguruan tinggi harus bebas dari sifat koruptif.

Sebab, katanya, jika masih terjadi maka tujuan perguruan tinggi untuk melahirkan generasi hebat yaitu generasi yang memiliki intelektual tinggi tak akan tercapai, bahkan men-downgrade segalanya.

‘’Kami berterima kasih pada KPK yang sudah membantu Kemendikbud Ristek terutama inspektorat jenderal, sehingga ke depannya tata kelola perguruan tinggi lebih bebas dari korupsi,’’ katanya.

Baca Juga: KPK tetapkan Rektor Unila dan Tiga Orang Lainnya Sebagai Tersangka Kasus PMB Unila

Lindung mengakui, salah satu yang perlu dievaluasi adalah akuntanbilitas dan transparansi yang mungkin, sampai saat ini belum maksimal.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X