KPK: Rektor Unila Gunakan Rp 575 Juta dan Simpan Rp 4,4 Miliar

- Minggu, 21 Agustus 2022 | 11:33 WIB
Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur  (Tangkapan layar YouTube)
Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur (Tangkapan layar YouTube)

BANDAR LAMPUNG, suaramerdeka-wawasan.com - KPK telah menetapkan Rektor Universitas Lampung atau Unila, Prof Dr Karomani MSi (KRM) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap penerimaan mahasiswa baru.

Penetapan itu diumumkan secara resmi oleh KPK, Minggu, 21 Agustus 2022, dini hari tadi, di Kantor KPK, Jakarta.

Hadir memberikan keterangan Hadir dalam pengumuman itu Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Direktur Penyidikan Asep Guntur Rahayu dan Inspektur Investigasi Inspektorat Kemendikbud, Lindung Saut Maruli Sirait.

Baca Juga: KPK tetapkan Rektor Unila dan Tiga Orang Lainnya Sebagai Tersangka Kasus PMB Unila

Bersama Rektor ditetapkan juga tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr Heryandi SH MS (HY), Ketua Senat Dekan FKIP Dr (Can) Muhammad Basri SPd MPd (MB) dan Andi Desfiandi (AD) dari unsur swasta.

Seperti diketahui, KPK telah menangkap tangan Rektor Unila beserta lima orang lainnya di Bandung dan Lampung, Jumat, 19 Agustus 2022.

Jumlah ini sampai pengumuman resmi Minggu, 21 Agustus 2022, dini hari tadi sudah berjumlah 8 orang setelah dua orang lainnya ditangkap pada hari berikutnya.

Adapun, delapan orang tersebut yakni, Rektor Universitas Lampung (Unila), Karomani (KRM); Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY).

Baca Juga: KPK: Bupati Pemalang Diperkirakan Terima Suap Hingga Rp 4 M

Yang lain, Ketua Senat Unila, M Basri (MB); Kabiro Perencana dan Humas Unila, BS; Dosen Unila, ML; Dekan Fakultas Teknik Unila, HF; Ajudan Karomani, AT; serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD).

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X