Kejagung Belum Putuskan akan Kasasi Atas Putusan Banding Terdakwa Pinangki

- Rabu, 23 Juni 2021 | 10:11 WIB
Terdakwa eks Jaksa Pinangki Sirna Malasari mendapat potongan hukuman dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara. /Sigid Kurniawan/Antara Foto
Terdakwa eks Jaksa Pinangki Sirna Malasari mendapat potongan hukuman dari 10 tahun menjadi 4 tahun penjara. /Sigid Kurniawan/Antara Foto

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Ali Mukartono, mengatakan Kejagung belum memutuskan akan mengajukan kasasi atas putusan banding terdakwa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tinggi Jakarta.

Pinangki dipotong masa tahanannya dari 10 tahun menjadi 4 tahun setelah banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta pada 14 Juni 2021.

Pinangki divonis karena terlibat dalam kasus suap, permufakatan jahat, hingga pencucian uang.

Hakim memotong masa tahanan Pinangki dengan alasan yang bersangkutan sudah menyesali perbuatannya.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Garut Mengaku Tak Terima Ibunya Diacungi Golok Sama Korban

Selain itu, pemotongan hukuman juga diberikan dengan alasan Pinangki punya anak balita yang mesti diasuh.

Pemotongan masa hukuman Pinangki mendapat respons keras dari publik.

Tak sedikit yang menilai alasan di balik pemotongan masa hukuman itu mengada-ada.

Di tengah derasnya kecaman publik, Kejagung sampai saat ini belum memutuskan akan melakukan kasasi atas putusan banding tersebut atau tidak.

Ali Mukartono mengatakan, Kejagung sampai saat ini masih menunggu salinan putusan banding Pinangki dari Pengadilan Tinggi Jakarta.

Ali Mukartono justru heran mengapa awak media selalu mengejar kasus Pinangki. Menurutnya, tersangka lain juga banyak.

Kenapa sih yang dikejar-kejar Pinangki? Tersangka terkait itu ada banyak," ucap Ali Mukartono dikutip Pikiran-rakyat.com dari Antaranews pada Rabu 23 Juni 2021.

Ali Mukartono menilai, kasus Pinangki gaduh di publik lantaran pemberitaan media.

"Yang menggejolakkan (berita Pinangki) siapa? Sampean-sampean, kan (wartawan)," ucapnya.

Ali Mukartono menyebutkan, negara justru mendapatkan mobil dari Pinangki yang mudah proses pelacakannya.

"Malah dari Pinangki negara dapat mobil. Yang lain, kan, susah ngelacaknya itu," tutur Ali Mukartono.

Mobil tersebut adalah BMW X-5 yang disita hakim untuk dikembalikan ke negara karena diduga dibeli dengan uang hasil korupsi.

Halaman:
1
2

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Terkini

X