Pelaku Pembacokan di Garut Mengaku Tak Terima Ibunya Diacungi Golok Sama Korban

- Rabu, 23 Juni 2021 | 05:41 WIB
Samurai barang bukti penganiayaan korban di Polres Garut. /Kabar Priangan/Aep Hendy
Samurai barang bukti penganiayaan korban di Polres Garut. /Kabar Priangan/Aep Hendy

GARUT, suaramerdeka-wawasan.com - Petugas penyidik Polres Garut hingga Rabu, 23 Juni 2021, pagi terus melakukan pemeriksaan terhadap FG alias Fery, pelaku pengeroyokan disertai pembacokan di Kampung Babakan Slawi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Frey mengaku pada polisi tak terima dengan perbuatan korban Dani yang telah bicara kasar dan mengacungkan golok kepada ibunya.

Waka Polres Garut, Kompol Andrey Valentino, membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pelaku pembacokan.

Pelaku diamankan pada Selasa, 22 Juni 2021, setelah sempat menjadi buronan selama enam hari.

Baca Juga: Hungaria Mencoba Adang Jerman

"Pelaku pembacokan yang berhasil kami amankan berinisial FG alias Frey. Ia melakukan pengeroyokan dan pembacokan terhadap korban bernama Dani pada Kamis (17 Juni 2021) lalu di kawasan Kampung Babakan Selaawi, Kecamatan Tarogong Kaler," ujar Andrey.

Dikatakannya, Frey melakukan aksi pengeroyokan dan pembacokan bersama lima orang temannya.

Selain membacok korban dengan menggunakan samurai, Frey dan rekan-rekannya juga memukuli korban.

Akibat dari kejadian tersebut, tutur Andrey, korban mengalami luka bacok di kepala dan dada. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Garut.

"Di lokasi, pelaku dan korban sempat terlibat cekcok. Pelaku dan rekan-rekannya kemudian membacok korban menggunakan senjata tajam jenis samurai dan juga memukulinya," katanya.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Terkini

X