Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J, Siapa Menyusul Terseret Pelanggaran Kode Etik Polri?

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:48 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. /Dok Istimewa/
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, telah bersikap tegas, dalam kasus pembunuhan berencana Brigadi Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Jenderal Sigit, selain menetapkan empat orang tersangka, juga telah memutasi belasan anggota Polri, yang diduga ikut berperan dalam pengungkapan kasus tersebut.

Tak hanya itu, di luar tiga anggota polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana, ada 24 nama polisi yang diperiksa, dan diduga melanggar kode etik.

Baca Juga: Maling Uang Rakyat Rp73 Triliun Buron, Proses Hukum Tersangka Surya Darmadi Secara In Absentia

Dikutip dari berbagai sumber, jumlah yang bakal diperiksa lantaran diduga telah melanggar kode etik, dimungkinkan akan terus bertambah.

Tim khusus sejauh ini telah memeriksa 56 personel, dengan sebanyak 31 personel di antaranya diduga melakukan pelanggaran kode etik.

Jumlah personel yang diperiksa itu bertambah dari semula 25 personel, yang sebelumnya diduga melanggar kode etik. Bahkan, 15 orang dari mereka secara resmi dimutasi.

Baca Juga: Nathalie Holscher Usai Cerai dengan Sule, Dinafkahi Rp25 Juta per Bulan plus Dapat Rumah dan Dua Mobil

Puluhan polisi tersebut, diduga berupaya melindungi Ferdy Sambo dengan cara merusak barang bukti, menghilangkan barang bukti hingga mengaburkan fakta.

''Timsus juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik profesi Polri ataupun tindakan untuk merusak, menghilangkan barang bukti, mengaburkan dan merekayasa dengan melakukan mutasi ke Yanma Polri dan saat

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Tahan Ivan Dwi Kusuma, KPK Jelaskan Kronologi Perkara

Selasa, 4 Oktober 2022 | 23:34 WIB

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X