Polri: Meski Ditempatkan di Tempat Khusus, Namun Bukan Penahanan dan Belum Ada Penetapan Tersangka

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 11:44 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo tengah memberikan keterangan pers (Tangkapan layar)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo tengah memberikan keterangan pers (Tangkapan layar)

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan belum ada penetapan tersangka pada Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, meski ‘dikarantina’ di tempat khusus di Mako Brimob.

“Penempatan khusus ini dalam konteks pemeriksaan. Jadi, tidak benar ada itu (penangkapan dan penahanan),” ujar Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu, 6 Agustus 2022 malam.

Maklum, sebelumnya beredar isu penangkapan Irjen Pol Ferdy Sambo, karena adanya aktifitas personil Brimob di Bareskrim Polri.

Baca Juga: Irsus Polri 'Karantina' Irjen Pol Ferdy Sambo di Mako Brimob

Namun dedi membantah hal itu dan menegaskan bahwa penempatan Ferdy Sambo di tempat khusus di Mako Brimob, adalah dalam rangka pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik penanganan tempat kejadian perkara tewasnya Brigadir J.

Dedi juga menyebutkan, belum ada penetapan tersangka terhadap Ferdy Sambo, karena pemeriksaan terhadap mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri tersebut dilakukan oleh oleh Inspektorat Khusus (Irsus) Polri, bukan Tim Khusus (Timsus) Polri.

Ia menjelaskan, ada dua tim yang bekerja dalam mengungkap tindak pidana terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, yakni Timsus secara pro justitia untuk pembuktian tidak pidana, dan Irsus untuk pelanggaran etiknya.

Hingga semalam, kata Dedi, hasil pemeriksaan tim gabungan Pengawasan Pemeriksaan Khusus (Wasriksus) terhadap Irjen Pol. Ferdy Sambo yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri.

Baca Juga: Kuasa Hukum Bharada E Mendadak Mundur

“Dari hasil pemeriksaan Wasriksus atau Inspektorat Khusus terkait masalah tersebut, sudah diperiksa 10 saksi. Dari 10 saksi yang diperiksa dan beberapa bukti, Irsus menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidakprofesionalan di dalam olah TKP.''

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X