Jokowi Tegaskan Pengusutan Kasus Tewasnya Brigadir J Transparan, agar Tak Mengundang Keraguan Masyarakat

- Kamis, 21 Juli 2022 | 18:41 WIB
Presiden Joko Widodo saat meninjau Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 21 Juli 2022. /YouTube/Sekretariat Presiden/
Presiden Joko Widodo saat meninjau Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 21 Juli 2022. /YouTube/Sekretariat Presiden/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Presiden Joko Widodo kembali meminta kasus penembakan Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo untuk diusut tuntas.

Jokowi menegaskan, tidak ada satupun hal yang ditutup-tutupi dari kasus baku tembak ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo di rumah dinasnya.

''Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan,'' kata Jokowi, dikutip melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 21 Juli 2022.

Baca Juga: Kuasa Hukum Temukan Fakta Baru, Terjadi Penyiksaan Sebelum Brigadir J Tewas

Jokowi menilai, tindakan transparan tersebut penting dilakukan oleh Polri, agar tidak mengundang keraguan dari masyarakat.

Menurut Presiden, keraguan masyarakat itu kerap muncul, lantaran peristiwa pembunuhan tersebut melibatkan anggota polisi.

''Itu penting, agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,'' pinta Jokowi.

Baca Juga: Kasus Penembakan Ajudan Kadiv Propam Polri: Karo Paminal dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Dinonaktifkan

Seperti diketahui, Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Brigadir J merupakan sopir istri, Ferdy Sambo, sedang Bharada E merupakan ajudan daripada Ferdy Sambo.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X