Imbas Instruksi Jokowi: 8.217 Preman dan Pelaku Pungli Ditangkap, 214 Diproses dan 382 Tahap Penyidikan

- Jumat, 18 Juni 2021 | 15:38 WIB
Tim Pemburu Preman bersama anggota Unit Jatanras dan Resmob Polres Metro Jakarta Barat menangkap 22 orang tersangka preman karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan Jakarta Barat, Jumat 11 Juni 2021. /Humas Polres Metro Jakarta Barat
Tim Pemburu Preman bersama anggota Unit Jatanras dan Resmob Polres Metro Jakarta Barat menangkap 22 orang tersangka preman karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan Jakarta Barat, Jumat 11 Juni 2021. /Humas Polres Metro Jakarta Barat

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menelpon Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo, saat berdiskusi dengan pengemudi truk kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Dalam perbincangan tersebut, Jokowi meminta Kapolri untuk menangani aksi premanisme dan juga pungli yang kerap terjadi.

Mendengar instruksi tersebut, Kapolri bergerak cepat dengan memberikan instruksi kepada jajarannya memburu preman dan pelaku pungli.

Baca Juga: Pemerintah Umumkan Logo HUT Ke-76 RI, Tema: Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Hasilnya 34 Polda diseluruh Indonesia melakukan penindakan dan penangkapan terhadap preman dan juga pelaku pungli.

Dikatakan Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan, ada 8.217 orang yang diduga terlibat aksi premanisme dan pelaku pungli diamankan kepolisian.

"Totalnya adalah untuk premanisme di 34 polda itu telah ditangkap 4.107 sedangkan untuk pungli 4.110," kata Ramadhan di Mabes Polri, Kamis 17 Juni 2021 kemarin.

Baca Juga: Ganjar Tak Menduga Penyebaran Covid-19 di Kudus Sangat Cepat

Ramadhan menjelaskan bahwa dari ribuan preman dan pungli yang diamankan tersebut paling banyak dilakukan di daerah Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Meski demikian ia tak merinci berapa jumlah pasti penangkapan terhadap para terduga preman dan pungli di wilayah tersebut.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X