Digugat Penggunaan Ganja untuk Kepentingan Medis, MK dengan Tegas Menolak

- Rabu, 20 Juli 2022 | 20:50 WIB
Ilustrasi daun ganja. /Pixabay/
Ilustrasi daun ganja. /Pixabay/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Uji materi UU Narkoba terkait penggunaan ganja medis untuk kesehatan, ditolak Mahkamah Konstitusi (MK), karena menilai tidak berwenang mengadili materi yang dimohonkan.

Gugatan perkara penggunaan ganja medis itu teregister dengan nomor 106/PUU-XVIII/2020 yang diajukan oleh Dwi Pertiwi, Santi Warastuti, Nafiah Murhayanti dkk.

Mereka meminta, MK untuk mengubah Pasal 6 Ayat (1) UU Narkotika, agar memperbolehkan penggunaan narkotika golongan I yaitu ganja untuk kepentingan medis.

Baca Juga: Penembakan Istri TNI Diduga Dikendalikan, Kapolrestabes Semarang: Buru Pelaku dan Otaknya

Mereka juga meminta, MK menyatakan Pasal 8 Ayat (1) yang berisi larangan penggunaan narkotika golongan I untuk kepentingan kesehatan inkonstitusional.

''Menolak permohonan pemohon,'' kata Ketua MK, Anwar Usman, dalam sidang di gedung MK yang disiarkan live dari channel YouTube MK pada Rabu, 20 Juli 2022.

MK menilai, tidak berwenang mengadili materi yang dimohonkan, karena bagian dari kebijakan terbuka DPR dan pemerintah, untuk mengkaji apakah benar ganja memang bisa digunakan untuk medis.

Baca Juga: Belasan Warga Demo ke Kantor Bupati Pati dan DPRD, Minta Jual Beli Jabatan Perangkat Desa Diusut

Dalam putusan tersebut, MK juga mempertimbangkan dasar hukum ganja di Narkotika Golongan I, dengan risiko ketergantungan sangat tinggi.

Mengacu pada pasal 6 ayat 1 huruf a UU 35/2009, narkotika golongan I hanya bisa digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, dan tidak digunakan dalam terapi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X