Merebaknya Varian Delta, di Indonesia Jangan Sampai Terjadi Tsunami Covid-19 Seperti di India

- Rabu, 16 Juni 2021 | 14:25 WIB
Ilustrasi Covid-19. Ditemukan marak varian delta di Indonesia. /Pixabay/geralt
Ilustrasi Covid-19. Ditemukan marak varian delta di Indonesia. /Pixabay/geralt

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Masyarakat saat ini tengah diresahkan oleh Covid-19 Varian Delta, yang dikabarkan telah memasuki sejumlah wilayah Tanah Air.

Sontak hal tersebut kini menjadi sorotan, belum lagi angka kasus positif Covid-19 di beberapa wilayah mulai menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.

Oleh karenanya, Varian Delta ini perlu diwaspadai lantaran sifatnya yang sangat menular.

Baca Juga: BRI Jadi BUMN Penyumbag Deviden Terbesar bagi Negara Tahun 2020

Menyoroti teka-teki terkait Varian Delta atau B1617.2 yang terus menjadi bahasan di Tanah Air, mulai dari gejalanya yang mirip flu biasa, lebih menular, hingga menginfeksi lebih banyak anak-anak, Ketua Satgas Covid-19 IDI Profesor Zubairi Djoerban angkat bicara.

“Dalam catatan saya, varian ini paling banyak ditemukan di Jakarta dan Jawa Tengah. Ada 104 kasus. Untuk penelusuran, memang dibutuhkan WGS (whole genome sequence) atau sampel yang jumlahnya jauh lebih besar,” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan terkait gejala penderita Varian Delta dengan pasien penderita Covid-19 biasa menunjukkan gejala yang sama atau berbeda.

Baca Juga: Di Indonesia Covid-19 'Meledak', di Wuhan Justru Gelar Wisuda Akbar Tanpa Masker

“Ada bukti studi yang menunjukkan kalau gejala varian ini beda dengan varian jadul, seperti demam, batuk, dan kehilangan penciuman. Varian Delta atau yang baru, gejalanya lebih banyak sakit kepala, tenggorokan dan pilek. Seperti kena flu berat,” tambahnya.

Profesor Zubairi Djoerban juga mengungkapkan, alasan Covid-19 atau Varian Delta bisa sangat menular.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X