Polisi Ungkap Fakta Baru, Khilafatul Muslimin Bangun 25 Pesantren dan Dua PT untuk Rekrut Generasi Muda

- Kamis, 16 Juni 2022 | 19:24 WIB
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan penyelidikan terkait kelompok Khilafatul Muslimin di Mapolda Metro Jaya. /Dok Istimewa/
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan penyelidikan terkait kelompok Khilafatul Muslimin di Mapolda Metro Jaya. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, kelompok Khilafatul Muslimin membangun 25 pesantren dan dua perguruan tinggi (PT) agar bisa merekrut generasi muda.

Bahkan, katanya lagi, lulusan mahasiswa kampus yang dibangun kelompok Khilafatul Muslimin, bisa mendapatkan gelar sarjana Kekhalifahan Islam atau SKHI.

''Hal itu dilakukan, demi menyebarkan doktrin khilafah yang membenci NKRI dan Pancasila,'' jelas Hengki di Polda Metro Jaya pada Kamis, 16 Juni 2022.

Baca Juga: Dari Berbagai Daerah, Polri Tetapkan 23 Anggota Khilafatul Muslimin sebagai Tersangka

Hengki mengungkapkan temuan fakta baru ini, terkait dengan kasus penangkapan terhadap pimpinan Khilafatul Muslimin, termasuk Abdul Qadir Hasan Baraja.

Menurutnya, sistem pendidikan yang dipakai Khilafatul Muslimin, juga berbeda dengan pesantren atau perguruan tinggi umumnya.

Ia menjelaskan, jenjang pendidikan tingkat Madrasah Ibtidaiah atau SD, Madrasah Tsanawiyah atau SMP, Madrasah Aliyah atau SMA, serta perguruan tinggi atau universitas masing-masing hanya ditempuh dalam kurun dua tahun.

Baca Juga: Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin Ditangkap, Polisi Segera Beberkan 30 Sekolah yang Terafiliasi

''Setelah menjalani pendidikan dua tahun di universitas mendapat gelar SKHI, sarjana kekhalifahan Islam,'' kata Hengki.

Selain universitas, jelasnya lagi, Khilafatul Muslimin juga telah membangun puluhan pesantren untuk menyebarkan paham khilafah kepada santri-santrinya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X