Polisi Sebut Kasus Corona Melonjak hingga 400 Persen, Jakarta Genting!

- Selasa, 15 Juni 2021 | 15:28 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan terkait pelonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. /Antara Foto/Fianda SR
Kabid Humas Polda Metro Jaya menjelaskan terkait pelonjakan kasus Covid-19 di Jakarta. /Antara Foto/Fianda SR

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - DKI Jakarta saat ini dalam kondisi genting dengan peningkatan tajam kasus corona.

Kondisi tersebut dilihat dari okupansi rumah sakit rujukan kasus corona dan Wisma Atlet yang menangani pasien Covid-19.

Dilansir dari PMJ News, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet terlihat makin ramai didatangi penyintas Covid-19 yang membutuhkan fasilitas isolasi.

Baca Juga: PPKM Mikro Diperpanjang hingga 28 Juni 2021 untuk Seluruh Provinsi di Indonesia

Dikatakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, saat ini pasien corona di RSDC Wisma Atlet mengalami kenaikan hingga 400 persen.

"Kami lihat kondisi Wisma Atlet jumlah pasien meningkat hampir 359 persen. Bahkan mendekati 400 persen dalam 10 hari terakhir ini," kata Yusri Yunus.

Bahkan, ketika okupansi RSDC Wisma Atlet hampir membeludak, pasien corona terus berdatangan setiap harinya.

Baca Juga: Zubairi Djoerban Sarankan PPKM Diganti 'Lockdown' karena Kasus Covid-19 Meningkat Pesat

Saat ini, okupansi tempat tidur yang terisi oleh pasien corona di Wisma Atlet sudah mencapai 75,9 persen.

Kenaikan kasus corona di Jakarta terjadi usai libur panjang dan Lebaran 2021.

Penilaian kenaikan pascalibur panjang dan Lebaran 2021 tersebut berdasarkan perbandingan penambahan kasus corona saat sebelum Lebaran.

Sebelum Lebaran, tempat tidur yang terisi pasien corona di RSDC Wisma Atlet hanya berkisar 15 persen.

"Ini adalah kenaikan yang luar biasa," ujar Yusri mengomentari lonjakan kasus corona.

Pada Sabtu 12 Mei 2021, tempat tidur yang tersisa untuk pasien corona di Wisma Atlet hanya sekira 24,8 persen.

Jumlah tersebut berarti tiga perempat tempat tidur yang disediakan untuk pasien corona telah terisi.

Terlepas dari jumlah tersebut, ada catatan pasien corona masuk sebanyak 661 orang.

"Pasien yang sembuh atau keluar hanya 173 orang, tetapi yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Covid-19 ini pembunuh berdarah dingin jangan lengah, disiplin adalah vaksin yang terbaik. Ingat bahwa kondisi di DKI Jakarta sedang tidak baik-baik saja," tutur Yusri.

Halaman:
1
2

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X