Sungai Aare, Sungai Indah Warisan Dunia Tak Benda Swiss, Yang Punya Tradisi Hidup, Berenang

- Jumat, 27 Mei 2022 | 13:43 WIB
Sungai Aar atau Sungai Aare, Bern, Swiss (Dok Instagram)
Sungai Aar atau Sungai Aare, Bern, Swiss (Dok Instagram)

Suaramerdeka-wawasan.com - KABAR musibah yang menimpa keluarga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dimana anak sulungnya, Emmeril Khan Mumtadz dikabarkan hilang terseret arus Sungai Aare di Bern, Swiss, 26 Mei 2022 siang.

Memang berenang di sungai Aare itu memang bukan hal biasa. Tradisi berenang di sini telah masuk dalam daftar tradisi hidup UNESCO, karenanya merupakan bagian dari warisan budaya tak benda Swiss sejak 2017.

Kantor Kebudayaan Federal Swiss memutuskan kegiatan mana yang digolongkan sebagai ‘tradisi hidup’. Daftar tersebut mencerminkan keragaman budaya Swiss dan telah secara aktif dipertahankan dan diperluas sejak 2012.

Baca Juga: Musibah Menimpa Keluarga Ridwan Kamil. Anak Pertamanya Emmeril Khan Mumtadz Hilang di Bern, Swiss

Bukan hanya itu, di sungai ini pernah dicatatkan rekor dunia untuk arung jeram sungai Aare dibuat di Bern pada 2012.

Saat itu ada total 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai Aare dengan perahu karet, dari Kiesen ke Eichholz.

Lantas seperti apa Sungai Aar atau Aare dalam bahasa Jerman, yang arusnya menyeret putra sulung Ridwan Kamil itu?   

Sungai Aar, merupakan salah satu sungai terpanjang yang berada di Swiss. Menurut situs pustaka Wikipedia, Sungai Aar memiliki panjang sebesar 295 km (183 mil).

Sungai ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Swiss karena keindahannya. Tak sedikit dari wisatawan yang menghabiskan waktu mereka untuk menikmati keindahan sungai Aar ini.

Aar adalah sungai terpanjang yang mengalir di Swiss. Sepanjang rutenya, sungai ini melewati banyak desa dan kota, serta berkelok-kelok melalui berbagai lanskap.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X