Sindikat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Solar di Pati Dibongkar Bareskrim Polri

- Rabu, 25 Mei 2022 | 09:53 WIB
Dittipidter Mabes Polri melakukan konferensi pers pengungkapan sindikat penyalahgunaan BBM Bersubsidi jenis solar di Pati (Dok Suara Merdeka)
Dittipidter Mabes Polri melakukan konferensi pers pengungkapan sindikat penyalahgunaan BBM Bersubsidi jenis solar di Pati (Dok Suara Merdeka)

PATI, suaramerdeka-wawasan.com – Sindikat penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar dibongkar Direktorat Tipidter Bareskrim Polri. Sindikat besar ini dibongkar di wilayah Pati.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto dalam konferensi pers yang digelar di salah satu TKP yaitu gudang PT Aldi Perkasa Energi Jalan Juwana-Pucakwangi, mengatakan, bahwa sindikat ini dibongkar 18 Mei 2022 lalu.

"Kasus yang digelar ini terungkap pada 18 Mei 2022 lalu dan merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2022,’’ kata Agus, Selasa, 24 Mei 2022. Bahkan aksi para pelaku sudah dilakukan sejak 2021 silam.

Baca Juga: Luhut Ditunjuk Urusi Minyak Goreng, Anggota Komisi VI Fraksi PDIP DPR RI Mempertanyakan

Baca Juga: Terkait Minyak Goreng, Jokowi Tunjuk Luhut agar Bantu Mengurus Stok dan Distribusi di Jawa dan Bali

Hadir pula dalam kesempatan itu Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto, dan General Manager Pertamina Jateng Dwi Puji Ariestya.

Agus menambahkan, pihaknya memperkirakan, omzet penjualan dari penyimpangan tersebut mencapai Rp 4 miliar.

Modusnya, dari para pelaku ini, lanjut dia, menampung BBM jenis solar bersubsidi di gudang tempat penyimpanan yang diperoleh dari sejumlah SPBU. Mereka menggunakan kendaraan yang sudah di modifikasi untuk mengangkutnya.

Dari sejumlah SPBU tersebut, para pelaku membeli solar subsidi seharga Rp 5.150 per liter. Kemudian dijual ke pemilik gudang seharga Rp 7.000 per liter.

Oleh para pemilik gudang, solar subsidi kemudian diangkut menggunakan mobil truk tangki berkapasitas 24.000 liter dan 16.000 liter untuk dijual ke kapal-kapal nelayan seharga senilai Rp 10.000-Rp 11.000 per liter. 

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X