Ketua PP Muhammadiyah Kepada Ganjar: Pemimpin Bangsa Harus Berdiri di Atas Segala Golongan

- Jumat, 6 Mei 2022 | 08:27 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua PP Muhammadiyah berfoto bersama di Kantor Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta (Dok Humas Pempprov Jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua PP Muhammadiyah berfoto bersama di Kantor Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta (Dok Humas Pempprov Jateng)

YOGYAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, menegaskan bahwa pemimpin bangsa itu harus berdiri di atas segala golongan dan pemimpin bangsa tidak boleh berpihak pada satu kelompok.

"Kalau istilah Pak Haedar itu, negara tidak boleh bermahzab. Mahzab pemimpin itu ya memayungi semuanya.’’

‘’Itu sudah banyak ditulis oleh Pak Haedar dan itu juga yang disampaikan beliau kepada Pak Ganjar sebagai Gubernur. Itu yang paling pokok," kata Ketua PW Muhammadiyah Jawa tengah Dr KH Tafsir MAg seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Kapolri Instruksikan Jajarannya Terapkan Prokes di Seluruh Objek Wisata

Tafsir menjelaskan, itu adalah salah satu pokok yang dibicarakan dalam pertemuan Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo dengan Haidar di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis, 5 Mei 2022.

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir yang ikut mendampingi silaturahmi menambahkan, kemudian dalam pertemuan itu ada tukar pandangan antara Haedar Nashir dengan Ganjar Pranowo sebagai perwakilan pemerintah.

"Tukar pandangan tadi salam suasana yang sangat sejuk. Tidak ada sesuatu yang saling bertentangan, tapi yang ada harmoni dari kedua tokoh ini," ujarnya.

Poin lain yang menjadi pembahasan antara Ganjar dengan Haedar adalah terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah. Rencananya muktamar akan diselenggarakan pada tanggal 18-20 November 2022.

"Kedua terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah. Bagaimana Jawa Tengah, Pak Gubernur sebagai pemimpin Jawa Tengah, siap mendukung terkait dengan Muktamar Muhammadiyah.’’

‘’Intinya dua itu, persoalan kebangsaan dan terkait persiapan Muktamar Muhammadiyah. Ketiga adalah silaturahmi karena masih suasana lebaran," ujarnya.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X