Bupati Bogor Ditangkap KPK: Saya Dipaksa Bertanggungjawab Perbuatan Anak Buah

- Kamis, 28 April 2022 | 21:55 WIB
 Firli Bahuri dalam konferensi pers penetapan tersangka dan penahana terduga pelaku tindak pidana korupsi Bupati Bogor Ade Yasin, di KPK, Kamis 28 April 2022 (dok, PRFM News-Pikiran Rakyat)
Firli Bahuri dalam konferensi pers penetapan tersangka dan penahana terduga pelaku tindak pidana korupsi Bupati Bogor Ade Yasin, di KPK, Kamis 28 April 2022 (dok, PRFM News-Pikiran Rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com – Setelah melakukan OTT terhadap Bupati Bogor Ade Yasin dan beberapa personil lain, Kamis, 28 April 2022, melakukan gelar perkara. Gelar perkara digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Menurut KPK, Ade Yasin diduga menyuap Rp 1,9 miliar ke pegawai BPK perwakilan Jawa Barat. Suap bertujuan agar Kabupaten Bogor bisa kembali mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tahun 2021.

"Selama proses audit, diduga ada beberapa kali pemberian uang kembali oleh AY (Ade Yasin) melalui IA (Ihsan Ayatullah) dan MA (Maulana Adam) pada Tim Pemeriksa di antaranya dalam bentuk uang mingguan,’’ kata Ketua KPK Firli Bahuri, dalam kesempatan itu.

Baca Juga: Bupati Bogor Ade Yasin Terjaring OTT KPK Bersama 11 Orang Lainnya

Ia menjelaskan, besaran pemberian uang minimal Rp 10 juta. ‘’Total selama pemeriksaan telah diberikan uang sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar,"

Sementara itu, Ade Yasin dalam gelar perkara itu, mengklaim tidak tahu-menahu mengenai transaksi haram di balik upaya Pemkab Bogor mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

"Saya dipaksa untuk bertanggung jawab terhadap perbuatan anak buah saya, tapi sebagai pemimpin saya harus siap bertanggung jawab," kata Ade Yasin.

Dia menuding transaksi haram itu inisiatif anak buahnya. Dia bahkan menyebut inisiatif ini adalah bencana.

"Itu ada inisiatif dari mereka, jadi ini namanya IMB, inisiatif membawa bencana," imbuh Ade saat keluar dari gedung KPK untuk digelandang ke mobil tahanan pada pukul 05.56 WIB.

Hal itu merupakan keterangan awalnya ke publik selepas terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan berstatus sebagai tersangka.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X