Vaksinasi saat Ramadhan Tak Membatalkan Puasa, Dokter Reisa: Sebaiknya Dilakukan Menjelang Berbuka

- Senin, 4 April 2022 | 22:20 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19, dokter Reisa Broto Asmoro. /Dok BNPB/
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid 19, dokter Reisa Broto Asmoro. /Dok BNPB/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, aktivitas vaksinasi selama Ramadhan, sebaiknya dilakukan menjelang berbuka puasa.

Menurut Reisa, vaksinasi yang dilakukan menjelang berbuka puasa, untuk mengantisipasi kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI).

''Gejala KIPI biasanya muncul empat sampai enam jam usai suntikan. Jadi, saat KIPI mulai terasa, bisa langsung mengonsumsi obat-obatan,'' kata Reisa Broto Asmoro dikutip dari Antara, Senin, 4 April 2022.

Baca Juga: Pulihkan Perekonomian di Masa Endemi, KBRI Kuala Lumpur Gelar Promosi Terpadu Sebulan di Melaka

Reisa mengatakan, KIPI merupakan reaksi wajar yang terjadi pada tahapan vaksinasi. Pada keadaan terberat, tambahnya, KIPI perlu diatasi dengan mengonsumsi obat pereda nyeri.

Namun, dia memastikan, selama Ramadhan pemerintah telah mengalokasikan vaksin dengan takaran setengah dosis, agar risiko KIPI yang muncul relatif lebih ringan bila dibandingkan dosis penuh.

''Bahkan banyak yang sudah melengkapi dua dosis, tidak muncul KIPI-nya,'' imbuh Reisa, yang juga menjadi Duta Perubahan Perilaku itu.

Baca Juga: TNI Hapus Persyaratan Bukan Keturunan PKI, Mahfud: TNI Bukan yang Pertama

Menurut dia, agar stamina tetap terjaga selama proses antrean vaksinasi, peserta disarankan mengonsumsi gizi berimbang saat sahur, supaya energi yang dimiliki cukup untuk aktivitas sepanjang hari.

Ia menambahkan, makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, bisa menyebabkan darah lebih kental dan memicu sumbatan darah.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X