Melihat Situasi Pandemi Prokes Tak Perlu Jaga Jarak, Boleh Salat Tarawih di Masjid Saat Ramadan

- Selasa, 8 Maret 2022 | 23:41 WIB
Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. /Dok Istimewa/
Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Kemenkes (Kementerian Kesehatan) manyatakan, umat Islam Indonesia tidak perlu lagi jaga jarak, saat melaksanakan salat tarawih atau beribadah di masjid pada bulan Ramadan 2022 mendatang.

Menurut Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, hal ini lantaran kasus Covid-19 Indonesia sudah mulai melandai, apalagi pemerintah memang sudah mulai melonggarkan prokes (protokol kesehatan).

''Karena mau memasuki bulan Ramadan, jaga jarak sudah tidak dijadikan salah satu indikator, sehingga jaga jarak ini sudah dikurangi, tetapi misalnya menggantikan dengan syarat semua jamaah harus membawa sajadah sendiri,'' ungkap Nadia saat konferensi pers, Selasa, 8 Maret 2022.

Baca Juga: Upaya Tekan Angka Kematian, Masyarakat yang Terpapar Covid 19 Diminta Segera Lakukan Pemeriksaan Medis

Nadia mengakui, pelonggaran prokes di masyarakat dilakukan secara bertahap, dan jaga jarak jadi salah satu yang akan dilonggarkan berikutnya, termasuk jaga jarak tidak lagi berlaku di tempat ibadah karena mendekati bulan Ramadan.

''Kalau melihat ketentuan mengenai pelonggaran protokol kesehatan, misalnya, kita tahu pelonggaran protokol kesehatan bisa saja jaga jarak, kegiatan tertentu (dilonggarkan), seperti aktivitas di tempat ibadah,'' paparnya.

Meski begitu, kata Nadia, keputusan pelonggaran tempat ibadah ini akan melihat situasi dan kondisi Covid-19 di masa mendatang. Namun Kemenkes, termasuk Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, optimistis bahwa ibadah hingga mudik di Ramadan berpotensi untuk diperbolehkan.

Baca Juga: Pengedar Tembakau Sintetis Dibekuk Satresnarkoba Polrestabes Semarang, Sasarannya Para Mahasiswa

''Seperti pernah Pak Menteri sampaikan, mungkin perayaan Idul Fitri atau masa bulan Ramadan kita bisa jalankan ibadah, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan. Jadi kemungkinan ibadah Ramadan memungkinkan, mudik memungkinkan,'' jelas Nadia.

Adapun salah satu pelonggaran yang sudah diberlakukan yaitu aktivitas dan mobilitas masyarakat dengan dihapuskannya syarat negatif antigen atau PCR, untuk pelaku perjalanan dalam negeri atau domestik.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X