Jangan Sampai Vaksin Kedaluwarsa Tambah Banyak, Mubazir dan Pemborosan Anggaran Negara

- Senin, 28 Februari 2022 | 12:28 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati. /Dok Humas DPR RI/
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati. /Dok Humas DPR RI/

Strategi kedua, jelas Kurniasih lagi, guna menghindari kemubaziran adalah mengukur diri dan realistis dengan mempertimbangkan dari faktor distribusi dan penyimpanan ke 34 provinsi, yang medannya tidak sama, serta kesiapan tenaga vaksinator.

Baca Juga: Situasi Buruk Akibat Perang Rusia vs Ukraina, Kemlu RI Berhasil Evakuasi 25 Orang WNI ke Rumania

''Negara-negara Afrika saja berani menolak saat mau diberikan vaksin gratis yang tanggal kedaluwarsanya tidak lama lagi dengan alasan realistis. Kita juga seharusnya bisa mengukur kemampuan penggunaan Vaksin agar tak terjadi kemubaziran,'' paparnya.

Dia mengatakan, vaksin bukan merupakan hal baru, seharusnya bisa lebih berpengalaman menangani. ''Mampu tidak menjangkau wilayah yang luas dengan waktu yang tersedia. Ini persoalannya dengan penggunaan anggaran negara. Kalau memang tidak mampu, berani untuk menolak,'' tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta untuk daerah-daerah yang cakupan vaksinya masih kecil, agar dilakukan pendekatan sesuai kulturalnya, dan dengan komunikasi intensif kepada tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Dua Orang Penjual 150 Kg Sisik Trenggiling Diamankan Polda Sumut, Diperkirakan Sudah Bunuh 600 Ekor

''Butuh pendekatan persuatif dan intensif memang akhirnya butuh ketelatenan. Seperti di Papua masih minim sekali capaiannya bisa lakukan dengan pendekatan kultur,'' pungkas Kurniasih.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

5 Sepatu Converse Original Paling Keren

Jumat, 16 Desember 2022 | 13:20 WIB

BRI Peduli Berikan Bantuan Pada Korban Gempa Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 19:13 WIB
X