Sudah Tujuh Kali Gelar Ritual di Pantai Payangan Jember, Pemimpin Padepokan Terancam di Atas 5 Tahun Penjara

- Kamis, 17 Februari 2022 | 12:29 WIB
Pemimpin Padepokan Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan ditahan di Mapolres Jember. /Dok Istimewa/
Pemimpin Padepokan Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan ditahan di Mapolres Jember. /Dok Istimewa/

JEMBER, suaramerdeka-wawasan.com - Sebelum menewaskan 11 anggotanya yang terseret ombak di Pantai Payangan, Kabupaten Jember, ternyata Padepokan Tunggal Jati Nusantara sudah berulang kali menggelar ritual di tempat itu.

Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo mengatakan, Padepokan Tunggal Jati Nusantara yang dipimpin Nur Hasan itu sudah tujuh kali menggelar ritual di pantai tersebut.

''Namun sebelumnya cuma dilakukan di pinggiran pantai saja, sehingga aman. Baru pada 13 Februari 2022, ritual dilakukan masuk ke dalam air,'' kata Hery Purnomo, Kamis, 17 Februari 2022.

Baca Juga: KBRI Kuala Lumpur Fasilitasi Kepulangan Tujuh WNI Bermasalah, 4 di Antaranya Anak yang Ibunya Dideportasi

Ia menjelaskan, ritual pada Minggu dini hari, 13 Februari 2022 itu, diikuti oleh 23 orang, dengan tiap orang yang mengikuti ritual padepokan tersebut latar belakangnya berbeda.

''Ada yang memiliki latar belakang ekonomi, masalah keluarga, ada pula yang ingin mendapatkan kesembuhan, sehingga berobat alternatif. Kami akan mendalami, karena antara satu dengan yang lain, motivasinya berbeda-beda,'' ungkapnya.

Ia menjelaskan, berdasar hasil penyelidikan, para jemaat padepokan ini datang dan menjadi anggota tanpa paksaan. ''Awalnya ini kan pengobatan alternatif,'' katanya.

Baca Juga: Ketahuan Curi Kotak Amal Masjid di Kota Semarang, Pria Asal Wonogiri Babak Belur Dihajar Warga

Dikatakan, pada saat ada anggota yang merasa mendapatkan kesembuhan saat berobat, akan menyampaikan ke yang lain, sehingga dari mulut ke mulut berita Padepokan Tunggal Jati Nusantara ini beredar.

''Tidak ada paksaan, surat edaran, atau membuka pendaftaran sebagai anggota. Semuanya diinformasikan oleh anggotanya sendiri kepada masyarakat. Biasanya melalui teman, saudara, sehingga ada ketertarikan untuk bergabung. Biasanya yang bergabung memiliki masalah,'' jelas Hery.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X