Perawatan Suku Cadang Alutista, DPR: PT PAL Harus Mandiri, Tak Perlu Mengimpor

- Minggu, 13 Juni 2021 | 12:41 WIB
Ikustrasi pengadaan suku cadang alutsista. /Pixabay/cianna woods
Ikustrasi pengadaan suku cadang alutsista. /Pixabay/cianna woods

JAKARTA,suaramerdeka-wawasan.com- Pengadaan alutista saat ini masih jadi polemik di Indonesia. Rupanya,PT PAL masih harus mengimpor suku cadang untuk melakukan perawatan alutista tersebut.

Agar tidak lagi mengimpor suku cadang, Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha, meminta adanya pemberian dana sebesar Rp1,28 tirliun untuk mencegah PT PAL Indonesia mengimpor suku cadang alutsista.

Sebagian besar publik menilai jika pengadaan alutsista di tengah pandemi Covid-19 belum dibutuhkan.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi DPR, Mohammad Toha menginginkan PT PAL untuk mandiri sehingga tidak perlu terus menerus melakukan impor suku cadang.

Baca Juga: 38 Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia 10, Bendera Filipina 5 dan Bendera Vietnam 23 Dibekuk KKP

"Kemandirian PT PAL itu artinya PT PAL tidak harus mengimpor suku cadang itu yang lebih besar dari 50 persen, meskipun sekarang itu katanya 70 persen," kata Mohammad Toha.

Persentasi impor yang lebih banyak dibandingkan pembuatan dalam negeri, membuat pihak Mohammad Toha mengusulkan adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp1,28 triliun pada 2021.

Dana tersebut dibagi dalam tiga kategori yaitu Rp10 miliar untuk SDM, Rp1 triliun untuk fasilitas, dan sisanya digunakan untuk peralatan Rp265,83 miliar.

"Selain pelatihan, alih teknologi juga hal-hal yang lain yang bisa mendukung untuk bisa mandiri. Meskipun diperlukan waktu, atau proses yang mungkin 5 tahunan ya itu yang pertama jadi mendorong PT PAL agar bisa mandiri," ujar Toha.

Ada tiga institusi yang melakukan pembelian suku cadang alutsista untuk Indonesia yaitu PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Pindad.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

KPK Geledah Gedung Mahkamah Agung

Sabtu, 24 September 2022 | 00:50 WIB
X