Soal Sewa Halikopter, Dewas : Ketua KPK Firli Bahuri Melanggar Kode Etik

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 08:35 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (kiri) dilaporkan terkait sewa helikopter. /Antara Foto/Aprillio Akbar
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (kiri) dilaporkan terkait sewa helikopter. /Antara Foto/Aprillio Akbar

JAKARTA,suaramerdeka-wawasan.com-Laporan ICW (Indonesia Corruption Watcah), ditanggapi Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK).

Palaporan tersebut merupakan perkara dari tahun lalu terkait penyewaan helikopter yang digunakan untuk perjalanan Firli dan keluarganya dari Palembang ke Baturaja dan Baturaja ke Palembang pada 20 Juni 2020.

Menanggapi kasus tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasrah dengan laporan ICW (Indonesia Corruption Watch) terhadap ketua lembaga antirasuah itu, Firli Bahuri.

Baca Juga: Polisi : Motif Perampokan Disertai Pembunuhan Tukang Ojol di Brebes Ekonomi

Selain itu, Firli juga menyewa helikopter tersebut untuk perjalanan dari Palembang ke Jakarta pada 21 Juni 2020.

Atas perkara tersebut, dewan pengawas (Dewas) menyatakan jika Firli melakukan pelanggaran kode etik dan memberikan sanksi ringan berupa teguran tertulis 2.

"KPK menghormati sepenuhnya hak setiap warga negara yang melihat atau menemukan dugaan pelanggaran kode etik oleh insan KPK untuk melaporkannya ke Dewas KPK sebagai fungsi kontrol publik dalam agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana telah menyerahkan atas perkara tersebut pada Jumat, 11 Juni 2021 ke Dewas (Dewan pengawas).

"Sebagaimana dipahami bersama, bahwa pokok persoalan yang dilaporkan ini telah diproses secara profesional oleh Dewas KPK dan disampaiikan secara transparan kepada publik hasil putusannya pada 24 September 2020," ujar Ali.

Meskipun ada gonjang-ganjing terkait laporan Firli Bahuri, Ali menegaskan jika KPK terus berkomitmen dalam upaya pemberantasan korupsi.

"KPK terus berkomitmen dalam memberantas korupsi dan berupaya menyelesaikan perkara korupsi yang menjadi tunggakan tahun-tahun sebelumnya, sekaligus mengungkap dugaan perkara korupsi baru tanpa pandang bulu," tutur Ali.

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X