Antisipasi Lonjakan Covid 19, Begini Cara Dapatkan Konsultasi Dokter dan Obat Gratis lewat Telemedicine

- Kamis, 10 Februari 2022 | 20:25 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. /Dok Istimewa/
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, memperkirakan lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron akan terjadi hingga hingga awal Maret 2022.

''Kita melihat tren peningkatan pada prediksi sampai akhir Februari atau awal Maret 2022 ini, merupakan puncak kasus Omicron yang bisa diprediksi 3-6 kali lebih tinggi dibanding varian Delta,'' kata Nadia dalam jumpa pers pada Kamis, 10 Februari 2022.

Walau begitu, jelas Nadia, meski Omicron lebih cepat menular, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit masih terkendali, karena kebanyakan pasien Omicron bergejala ringan atau tanpa gejala.

Baca Juga: Selama Pandemi 2021 Tagihan ke Pemerintah Masih Rp23 Triliun, Menkeu: Covid 19 Varian Delta Sangat Mahal

''Hanya tetap kita harus waspada, masyarakat yang tidak bergejala atau gejala ringan seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, saturasi oksigen lebih dari 95 persen tidak memiliki komorbid, serta bukan lansia diharapkan dapat melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat,'' ungkapnya.

Menurut Nadia, pasien isoman bisa mendapatkan layanan gratis telemedicine melalui laman: isoman.kemkes.go.id yang telah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine.

Antara lain, tambahnya, seperti Aido Health, Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, Homecare24, KlikDokter, KlinikGo, Lekasehat, LinkSehat, Mdoc, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, Trustmedis, Vascular Indonesia, dan YesDok.

Baca Juga: Selama Dua Pekan Kasus Covid 19 Melonjak, Hendi Sebut Didominasi Klaster Pendidikan dan Perusahaan

Dia mengatakan, untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan tes PCR di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.

Nadia juga menjelaskan, jika hasilnya positif dan laboratorium penyedia layanan tes Covid-19 melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kementerian Kesehatan (NAR), maka pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X