2 Kasus Penghimpunan Dana Ilegal Dibongkar, Kapolri : Rugikan Warga Hingga Triliunan

- Jumat, 28 Januari 2022 | 05:56 WIB
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo berikan keterangan ungkap kasus penghimpunan dana ilegal sepanjang tahun 2021 di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022. ist/suaramerdeka-wawasan.com
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo berikan keterangan ungkap kasus penghimpunan dana ilegal sepanjang tahun 2021 di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022. ist/suaramerdeka-wawasan.com

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Sepanjang tahun 2021, Polri ungkap dua kasus tindak pidana penghimpunan dana ilegal yang merugikan masyarakat.

Hal ini dipaparkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri mengungkapkan kasus pertama yang diungkap adalah penipuan, penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh PT. Hanson Internasional dan Koperasi Hanson Mitra Utama.

Baca Juga: Timnas Kalahkan Timor Leste 4-1, Shin Tae-yong: Memang Menang, tapi Mengecewakan

Menurut Sigit, pada perkara tersebut, pihaknya menangkap tersangka BT bersama 9 orang yang melakukan penghimpunan dana dalam bentuk medium term note/short term borrowing/ringkasan perjanjian hutang dan simpanan berjangka tanpa izin dari OJK.

"Kerugian nasabah dalam kasus ini sebesar Rp 6,2 triliun," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022.

Perkara kedua, lanjut Sigit pengungkapan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan TPPU yang dilakukan oleh PT. Asuransi Kresna Life dengan tersangka inisial KS.

Baca Juga: Mengaku Menyesal, Napi Teroris Laode alias Joyo Janji Setia NKRI : Tanpa Paksaan

Adapun kerugian nasabah dalam kasus ini sebesar Rp 688 miliar.

Disisi lain, sepanjang tahun 2021 lalu, Polri juga telah melakukan penindakan tegas terhadap kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Polrestabes Semarang

Tags

Terkini

X